Satu pasien DBD di Karimun meninggal

Kepala Dinas Kesehatan Karimun Rachmadi. Satu pasien DBD di Karimun meninggal duniaDinkes Karimun lacak kontak erat Kapolsek Kundur yang terpapar COVID-19.. (Foto: Dok Humas Pemkab Karimun)
Pasien keenam sembuh, Karimun nihil Covid-19. Foto: Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Karimun Rachmadi. (Foto: Dok Humas Pemkab Karimun)

Gerakan 3M Plus

Dengan meningkatnya kasus DBD di Karimun, Rachmadi mengimbau kepada masyarakat untuk melaksanakan Gerakan 3M Plus, dan hidup bersih serta menjaga lingkungan agat tetap bersih.

“Kami Pemerintah Daerah mengimbau kepaa masyarakat untuk tetap waspada dan menjalankan hidup bersih,” katanya.

Bacaan Lainnya

“Karena lebih baik mencegah dari pada mengobati, jadi kita melakukan pencegahan lebih dini,” tegasnya.

Sebelumnya Bupati Karimun Aunur Rafiq mengimbau kepada masyarakat agar waspada dengan penyebaran wabah DBD dengan menjaga kebersihan lingkungan.

Menurut bupati, DBD bisa terjadi dimana saja, sehingga perlu peran aktif masyarakat bersama-sama mencegah penyakit tersebut.

Langkah-langkah pencegahan seperti menguras tempat penampungan air satu kali seminggu. Hal itu dikarenakan siklus jentik-jentik untuk menjadi nyamuk membutuhkan waktu 10-14 hari.

Kemudian, masyarakat diharapkan untuk menabur abate lalu menutup tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menampung air.

Apabila ada warga mengalami gejala DBD, bupati mengimbau segera menghubungi rumah sakit atau puskesmas agar mendapat penanganan dari tim medis.

“Dan kemudian apa bila terjangkit, kita bisa melakukan fogging agar tidak menyebar,” ucap Bupati Karimun kepada JurnalTerkini, Jumat pekan lalu. (pps)

Total Views: 166

Pos terkait