Komika, Artis, Mahasiswa Ramaikan Demo Tolak Revisi UU Pilkada di DPR/MPR

Ribuan demonstran memadati area di luar gedung DPR/MPR untuk berunjuk rasa menolak revisi UU Pilkada, di Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2024. (Foto: Willy Kurniawan/Reuters)
Ribuan demonstran memadati area di luar gedung DPR/MPR untuk berunjuk rasa menolak revisi UU Pilkada, di Jakarta, Kamis, 22 Agustus 2024. (Foto: Willy Kurniawan/Reuters)

Rapat Paripurna Ditunda

Berdasarkan pantauan dari laporan sejumlah media, rapat paripurna pada Kamis (22/8) yang sedianya akan mengesahkan revisi UU Pilkada belum bisa dilaksanakan karena jumlah peserta rapat tidak memenuhi kuorum. Rapat sempat mengalami penundaan dua kali, tetapi tetap tidak memenuhi kuorum.

Bacaan Lainnya

Dikutip dari kantor berita Antara, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan rapat paripurna itu hanya dihadiri 176 orang. Dari jumlah itu, 89 orang hadir secara fisik dan 87 orang izin tidak menghadiri secara langsung.

Jumlah kehadiran rapat paripurna itu hanya sekitar 30 persen dari total 575 orang anggota DPR RI. Padahal, persyaratan kuorum rapat paripurna adalah 50 persen plus 1.

Dasco mengatakan pihaknya akan menjadwalkan kembali rapat Bamus (Badan Musyawarah) untuk rapat paripurna karena kuorum tidak terpenuhi.

Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi mengatakan jika sampai 27 Agustus tidak ada pengesahan revisi UU Pilkada, pemerintah akan mengikuti aturan yang berlaku.

“Jika tidak ada aturan baru, pemerintah akan mengikuti peraturan yang berlaku. Kita berharap semuanya menghindari disinformasi dan fitnah yang menimbulkan keributan. Aturan yang berlaku terakhir MK, posisi kita sama tentang itu,” kata Hasan dalam pernyataannya, Kamis (22/8/2024).

Massa Bertahan, Jebol Pagar DPR

Meski rapat paripurna batal, belum jelas apakah para anggota DPR akan melanjutkan pengesahan revisi UU Pilkada.

Massa sempat menyuarakan, “Jangan mudah percaya” saat perwakilan DPR mengaku ‘tak ada pengesahan revisi UU Pilkada’ kepada demonstran di depan Kompleks MPR/DPR.

Dari laporan sejumlah media, menjelang sore, massa berhasil menjebol masuk gerbang depan DPR di jalan Gatot Subroto. Massa juga mulai bentrok dengan para petugas keamanan yang dikerahkan ke sekitar kompleks DPR/MPR.

Tayangan laporan Kompas TV tampak demonstran mulai melempari petugas keamanan yang berjaga di balik gerbang DPR/MPR.

Kantor berita Reuters melaporkan polisi menembakkan meriam air ke arah para demonstran menjelang pukul 17.00. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 662

Pos terkait