Ia mengatakan, penemuan proyektil itu langsung dilaporkan warga kepada aparat Bintara Pembina Desa Komando Rayon Militer (Babinsa Koramil) 04/Tebing.
Tidak menunggu lama, proyektil itu langsung diamankan ke Koramil 04/Tebing untuk menghindari hal tidak diinginkan.
“Setelah mendapatkan laporan, kita langsung ke lokasi. Dugaan kita, bunyi hembusan angin saat ditemukan itu, merupakan mesiu,” katanya.
Dijelaskannya, proyektil tersebut merupakan peluru dengan kaliber besar menyerupai peluru yang kerap digunakan tank Amphibi milik Marinir angkatan laut.
Selain itu kita juga menduga, bahwa proyektil tersebut merupakan jenis amunisi lama.
“Tapi saat ditemukan bahan peledak pendorong nya sudah rusak, jadi proyektil ujungnya saja,” jelas Danramil 04/Tebing, Kabupaten Karimun.
Danramil mengungkapkan, langkah selanjutnya proyektil itu akan diserahkan kepada satuan berwenang untuk dilakukan pemusnahan.
Hal itu tentunya bertujuan untuk menghindari hal yang tidak terduga.
“Kita serahkan ke aparat yang berwajib,” ungkapnya. (yra)





