Meranti (Jurnal) – Wakil Bupati Kepulauan Meranti, H Masrul Kasmy menghadiri peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Assobirin Jalan Pelajar Dusun I RT 02 Desa Tanjung Sari Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Jumat(18/7), dalam kesempatan tersebut wabup mengaku prihatin atas menurunnya harga jual komoditi pertanian masyarakat.
Dalam kunjungan safari Ramadhan-nya itu, wakil bupati juga diundang menghadiri acara buka puasa bersama di kediaman kepala desa, yang selanjutnya shalat tarawih berjama’ah di Masjid Assobirin.
Kepala Desa Tanjung Sari Kecamatan Tebing Tinggi Timur Mulyadi menyampaikan bahwa, dalam sebulan terakhir harga jual komoditi perkebunan masyarakat Tanjung Sari menurun. Hal ini berpengaruh pada menurunnya daya beli masyarakat guna memenuhi kebutuhan puasa maupun menghadapi Hari Raya Idul Fitri.
“Karet, kelapa serta sagu yang merupakan komoditi perkebunan masyarakat daerah ini, harga jualnya di pasaran dalam sebulan terakhir mengalami penurunan,” katanya.
Namun budidaya bibit sagu yang dilaksanakan Pemda Meranti di wilayah ini berjalan dengan baik, hanya saja dikarenakan tanaman sagu itu memerlukan proses yang panjang untuk memanennya, maka tanaman sagu yang baru ditanam sekitar dua tahun belum bisa dipanen. Untuk itu perlu dukungan penuh dari pemerintah daerah dalam rangka mengangkat perekonomian masyarakat.
Menanggapi keluhan itu, H Masrul Kasmy mengatakan selaku orang nomor dua di wilayah ini, ia merasa sangat risau dan khawatir, dimana berbagai komoditi pertanian harga jualnya menurun yang anehnya terjadi di musim-musim tertentu, misalkan saja seperti memasuki bulan suci ramadhan dan hari raya juga dan anak masuk sekolah.
“Saya curiga ada pihak-pihak yang bermain dalam menentukan harga jual komoditi. Dan mereka para tengkulak pasar inilah yang mengeruk keuntungan atas turunnya harga jual berbagai komoditi masyarakat di wilayah ini,” kata dia.
Guna menghindari persoalan demikian, ia mengatakan pemerintah daerah secara perlahan akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk menggesa pembangunan di berbagai bidang, salah satunya peningkatan akses jalan, dan sarana umum lainnya seperti listrik dan air bersih.
“Jika hal ini dibangun dengan baik, Insya Allah persoalan tersebut sedikit banyaknya akan menghindari terjadinya pelemahan ekonomi masyarakat,” katanya.
Untuk itu, ia mengharapkan masyarakat di wilayah ini, khususnya kita yang beragama Islam, mulai berupaya semaksimal mungkin mendekatkan diri kepada Allah, berdoa agar daerah ini diberikan berkah, penuhkan masjid, bagi ibu-ibu kiranya mulai menutup aurat dan perbanyak amal zakat serta ibadah lainnya. “Saya yakin,Allah akan melimpahkan rizki masyarakat kita semua, amin,” kata dia. (Isk)





