Ekonom: Pemerintah Cenderung Realistis Susun RAPBN 2025

Seorang pria menonton siaran langsung perayaan HUT ke-79 RI yang menampilkan Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto sedang berbincang-bincang usai upacara di ibu kota Nusantara, Sabtu, 17 Agustus 2024. (Foto: Yasuyoshi China/AFP)
Seorang pria menonton siaran langsung perayaan HUT ke-79 RI yang menampilkan Presiden Joko Widodo dan presiden terpilih Prabowo Subianto sedang berbincang-bincang usai upacara di ibu kota Nusantara, Sabtu, 17 Agustus 2024. (Foto: Yasuyoshi China/AFP)

Presiden: APBN 2025 Harus Dirancang Fleksibel

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menekankan desain belanja dan pendapatan serta pembiayaan dalam anggaran tahun depan ini harus dirancang fleksibel, dengan tetap menyediakan ruang fiskal untuk mengantisipasi ketidakpastian dan mendukung keberlanjutan pembangunan dalam transisi peralihan pemerintahan.

Bacaan Lainnya

“APBN 2025 dirancang untuk menjag Stabilitas, Inklusivitas, dan Keberlanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemerataan melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Jokowi, dalam kesempatan ini sempat menyinggung salah satu program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto yakni Makan Bergizi Gratis, yang katanya akan diarahkan untuk meningkatkan gizi anak sekaligus memberdayakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan meningkatkan ekonomi masyarakat kecil di daerah.

“Program Makan Bergizi Gratis dilakukan secara bertahap, diselaraskan dengan kesiapan teknis dan kelembagaan, serta tata kelola yang akuntabel,” tuturnya.

Ekonom: Target Pemerintah Realistis

Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy, menilai bahwa target yang dipatok pemerintah dalam RAPBN 2025 sebesar 5,2 persen cukup realistis. Menurutnya, pemerintah kerap menyampaikan batas atas pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,5 persen.

“Dengan asumsi perbedaan satu tahun, saya kira menjadi penting untuk menyesuaikan target pertumbuhan ekonomi yang tidak berbeda jauh dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun 2024,” kata Yusuf lewat pesan tertulisnya kepada VOA.

Di sisi lain, Yusuf melihat perbedaan ataupun target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen, menunjukkan pemerintah mencoba realistis untuk melihat bagaimana ekonomi bisa tumbuh dalam perbedaan satu tahun dengan beragam tantangan yang dilihat sampai dengan pertengahan 2024.

Yusuf juga menyoroti target defisit anggaran yang ditetapkan 2,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang menurutnya juga dimoderasi mengingat sebelumnya beredar isu bahwa target defisit APBN batas atasnya bisa mencapai 2,8 persen.

Ia menjelaskan penyesuaian target-target ini diperlukan mengingat isu disiplin fiskal sempat menjadi kekhawatiran publik. Selain itu, Yusuf menilai bahwa target defisit 2,53 persen tersebut memperlihatkan pemerintahan saat ini mencoba untuk mengakomodasi kebutuhan belanja pemerintahan baru. Pada saat yang sama, juga tetap memperhatikan prinsip disiplin fiskal dalam pengelolaan APBN dalam jangka menengah dan jangka panjang.

Lebih jauh, Yusuf mengatakan bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi akan menjadi salah satu pekerjaan rumah yang akan diestafetkan dari pemerintahan saat ini ke pemerintahan baru.

Total Views: 525

Pos terkait