Natuna, JurnalTerkini.id – Pemilihan calon pasangan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 baru akan dilaksanakan beberapa bulan kedepan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun para bakal calon pasangan Kepala Daerah, baik pasangan calon Gubernur, Bupati dan Walikota, telah menyiapkan strategi.
Selain dari para pasangan calon itu sendiri, sejumlah tokoh ternyata juga mulai menyuarakan calon jagoan mereka masing-masing, kehadapan publik.
Misalnya di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), beberapa tokoh berpengaruh, juga sudah mulai ‘berbisik-bisik’ terkait calon figur yang akan di dukungnya di Pilkada Natuna 2024. Salah satunya datang dari seorang Daeng Rusnadi, yang merupakan mantan Bupati Natuna periode 2006-2009 itu, juga telah membeberkan arah pilihannya terhadap calon pasangan Bupati Natuna periode 2024-2029.
“Jaman berubah, musim berganti, tidak ada yang kekal abadi. Ada jaman (masa), ada orangnya. Ada orang, ada jamannya,” ucap Daeng Rusnadi, mengawali perbincangan dengan sejumlah awak media yang bersilaturahmi di kediamannya di Kelurahan Ranai Darat, Kecamatan Bunguran Timur, beberapa waktu yang lalu.
Ditanya soal arah dukungan politiknya terhadap bakal pasangan calon Bupati Natuna tahun ini, senior Partai Golkar itu menyampaikan, jika semua calon pemimpin Natuna memiliki keistimewaan (kelebihan) tersendiri. Baik itu dari kubu petahana, maupun dari kubu pendatang baru.
Abah Daeng (sapaan akrabnya) merunut para Bupati yang pernah memimpin Natuna di periode nya masing-masing. Mulai dari Bupati Natuna pertama, Andi Rifai Siregar, kemudian Abdul Hamid Rizal, Daeng Rusnadi, Raja Amirullah, Ilyas Sabli, Abdul Hamid Rizal hingga Bupati saat ini, Wan Siswandi.
“Bupati pertama orang luar, kedua juga orang luar, ketiga saya sendiri asli sini (Natuna, red). Setelah itu orang Tarempa (Anambas, red), lalu orang Serasan, juga orang Natuna. Kemudian orang luar lagi, dan sekarang asli orang Ranai. InsyaAllah (Bupati) yang ke delapan ini, orang luar sama putra daerah,” sebut Daeng Rusnadi, memberi kisi-kisi.
Namun, kata Daeng Rusnadi, tidak boleh lagi ada istilah orang luar atau orang pribumi. Karena semuanya sudah melebur jadi satu, se bangsa dan se tanah air, yang terbingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Sekarang tidak jamannya lagi membeda-bedakan orang pribumi dan non pribumi. Karena semua sudah melebur menjadi satu, yaitu putra daerah Natuna,” tegas Daeng Rusnadi.
Yang pasti, sambung Daeng Rusnadi, siapa pun calon pemimpinnya, harus bisa mewujudkan mimpi besar seluruh rakyat Natuna, yaitu menjadikan Natuna Gerbang Utaraku.
“Tau tidak Gerbang Utaraku itu apa ?. Itu singkatan dari Gerakan Membangun untuk Kesejahteraan hingga ke Anak Cucu,” papar Daeng Rusnadi.
Suami mantan Wakil Bupati (Wabup) Natuna periode 2016-2021 itu menyebutkan, jika Natuna membutuhkan sosok pemimpin yang dapat mewujudkan mimpi besar masyarakat Natuna. Mimpi besar sendiri, membutuhkan kerja besar. Sedangkan kerja besar, harus didukung oleh S2I3 yang memadai.
“Modalnya itu S2I3. Apa itu ?. S pertama itu Sumber Daya Manusia, kemudian Sumber Daya Alam, Institusi, Infrastruktur dan Investor. Artinya calon pemimpin Natuna harus bisa memenuhi itu semua,” kata Daeng Rusnadi.
Selain itu, calon pemimpin daerah berjuluk Mutiara Diujung Utara Indonesia itu, juga harus memiliki Managemen, Program dan Modal.
“Managemennya bagus, Programnya ada, tapi tak punya Modal, ya tidak jalan. Ataupun punya Program, punya Modal, tapi Managemennya tak jalan, ya tidak bisa juga. Intinya semunya harus terpenuhi, ketiganya harus sinkron,” tuturnya.






