Untuk mewujudkan itu semua, kata Daeng Rusnadi, diperlukan calon pemimpin yang memiliki konektivitas dan kedekatan dengan Pemerintah Pusat, agar dapat melobi anggaran dan program dari Pemerintah Pusat, untuk keperluan membangun daerah, serta demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Natuna.
“Saya melihat Ibu Cen Sui Lan (bakal calon Bupati Natuna, red) punya akses di pusat. Dia anggota DPR RI, dia tau seluk beluk sumber duit di pusat. Dan biasanya kalau bicara duit, perempuan jagonya. Saya berharap dana pusat bisa masuk ke Natuna sebanyak-banyaknya,” beber Daeng Rusnadi.
Daeng Rusnadi berharap kepada calon Bupati dan Wakil Bupati Natuna terpilih nantinya, agar dapat menghidupkan perekonomian masyarakat hingga ketingkat bawah, dengan memaksimalkan pengelolaan sumber daya alam atau komoditas yang ada.
“Saya ingin Bupati kita nanti, dapat memberdayakan Perusda (Perusahaan Daerah), untuk menyangga hasil alam Natuna. Misalnya hasil kebun masyarakat seperti kelapa, karet, cengkeh, dan hasil laut, itu bisa laku, tidak harus menunggu ekonomi musiman. Agar ekonomi jalan, masyarakat bisa kerja, bisa makan, dan ada tempat mereka untuk mengadu,” harap Daeng Rusnadi.
Terakhir ia berpesan, agar setiap pasangan calon Kepala Daerah, dapat berkompetisi secara bersih dan sehat. Dengan cara beradu program, adu pemikiran, adu gagasan, dan tidak malah adu jotos.
“Majulah secara gentle, dan jangan memecah belah masyarakat. Jangan jelek-jelekkan si A si B. Harus Nada Sera, Natuna Damai dan Sejahtera,” pesan Abah Daeng Rusnadi.
Sekilas tentang Cen Sui Lan alias Siti Aisyah yang disebutkan Daeng Rusnadi, merupakan salah satu tokoh pengusaha muslimah ternama di Kota Batam, Kepri. Ia merupakan istri dari H. Raja Mustakim, yang merupakan Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Provinsi Kepri.
Cen Sui Lan disebut-sebut sebagai bakal calon Bupati Natuna periode 2024-2029 berpasangan dengan Jarmin Sidik (Wakil Ketua II DPRD Natuna), penantang calon Bupati petahana, Wan Siswandi – Rodhial Huda di Pilkada Natuna 2024. (Ron**)





