Bagaimana Kelanjutan Pembangunan IKN di Tangan Prabowo?

Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto, di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 12 Agustus 2024, menegaskan akan melanjutkan pembangunan Mega proyek IKN di masa pemerintahannya. (Biro Setpres)
Presiden Terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto, di Ibu Kota Nusantara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, 12 Agustus 2024, menegaskan akan melanjutkan pembangunan Mega proyek IKN di masa pemerintahannya. (Biro Setpres)

“Kalau ditanyakan keuntungan apa yang didapatkan oleh masyarakat di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur? Saya kira ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di provinsi Kaltim khususnya di Balikpapan, lebih khusus lagi di kabupaten Penajam Paser Utara. Dan kalau kita tahu salah satu alasan kenapa Ibu Kota pindah karena kita ingin pemerataan , karena kita tahu 58 persen GDP ekonomi ada di Jawa, sehingga kita ingin memeratakan untuk juga ke luar Jawa mendapatkan perputaran ekonominya.” jelasnya.

Dalam kesempatan ini Jokowi menjelaskan bahwa investasi yang sudah masuk dalam pembangunan mega proyek ini sudah mencapai Rp56,2 triliun dari 55 investasi yang sudah melakukan peletakan batu pertamanya. Adapun sektor yang sudah melakukan groundbreaking diantaranya ada sektor pendidikan, kesehatan, retail serta logistik, perhotelan, energi dan transportasi. Selain itu juga dilengkapi dengan investasi dari sektor perbankan, hunian dan area hijau, dan media serta teknologi.

Bacaan Lainnya

Pengamat Tata Kota Nirwono Yoga mengungkapkan, ada beberapa hal yang perlu dibuktikan seiring dengan pernyataan Prabowo Subianto yang menyatakan akan melanjutkan pembangunan IKN.

Pertama, katanya adalah segera memastikan anggaran untuk pembangunan IKN di APBN 2025. Hal tersebut dikarenakan, sejauh ini anggaran untuk pembangunan IKN di dalam APBN 2025 hampir dipastikan nol. Anggaran Kementerian PUPR di tahun 2025 tercatat hanya mencapai Rp75 triliun, yang akan digunakan untuk pemeliharaan infrastruktur yang ada.

“Tahun depan Kementerian PUPR hanya mendapatkan anggaran Rp75 triliun sehingga untuk pembangunan IKN bisa dikatakan tidak ada atau tidak semasif yang sekarang. Itu contoh paling mudah bagaimana komitmen itu dimulai, kenapa? Karena sebagian besar infrastruktur dasar belum selesai. Masih banyak yang harus dibangun, Jadi APBN-nya dibuktikan 2025, kita lihat porsi untuk membangun IKN berapa persen dari semuanya,” ungkap Nirwono.

Kedua, jelas Nirwono adalah pembuktian kehadiran Prabowo di IKN setelah resmi dilantik menjadi Presiden pada Oktober mendatang. Nirwono tidak yakin Prabowo akan sering berkantor di IKN, mengingat banyak infrastruktur yang belum rampung.

“Apakah semasif seperti Pak Jokowi atau tidak kehadirannya ke IKN? Itu yang saya ragukan karena kalau melihat dari arah politiknya Pak Prabowo bukan ke situ. Dia kan punya unggulan makan siang gratis, kalau disuruh memilih pasti Pak Prabowo akan lebih memilih programnya, karena itu janji kampanye,” jelasnya.

Total Views: 1013

Pos terkait