Roket Tiongkok Meledak, Lebih dari 1.000 Satelit dan Objek Terancam

Roket Gravity-1, yang dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok Orienspace, diluncurkan dari sebuah kapal di lepas pantai Haiyang, Provinsi Shandong, Tiongkok, 11 Januari 2024, sebagai ilustrasi. (Foto: Tiongkok Daily via REUTERS)
Roket Gravity-1, yang dikembangkan oleh perusahaan Tiongkok Orienspace, diluncurkan dari sebuah kapal di lepas pantai Haiyang, Provinsi Shandong, Tiongkok, 11 Januari 2024, sebagai ilustrasi. (Foto: Tiongkok Daily via REUTERS)

“Yang kita lihat sekarang adalah lebih dari 1.100 prediksi konjungsi dengan jarak tabrakan kurang dari 5 km dalam tiga hari ke depan,” kata Schaffer. Dia menambahkan bahwa sekitar sepertiga dari objek yang berisiko tersebut adalah wahana antariksa aktif yang kemungkinan dapat bermanuver untuk menghindar.

Schaffer menjelaskan bahwa objek-objek lainnya adalah potongan-potongan sampah antariksa yang tidak dapat dikendalikan dan tidak memiliki cara untuk menghindari puing-puing baru. Akibatnya, banyak analis yang khawatir terjadinya tabrakan beruntun.

Bacaan Lainnya

Bagian roket Long March 6A dari Tiongkok pada 2022 juga hancur di luar angkasa dan menciptakan ratusan potongan puing. Peristiwa ini memicu kritik dari negara-negara Barat dan pendukung keberlanjutan antariksa, yang menyarankan agar Beijing lebih mengontrol cara pembuangan badan roket bekas.

“Terus terang sangat mengecewakan bahwa roket tersebut mengalami masalah yang sama lagi,” kata Schaffer. “Peristiwa yang menghasilkan puing-puing seperti ini yang berpotensi dapat dihindari seharusnya tidak terjadi lagi.” [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 800

Pos terkait