Karimun, JurnalTerkini.id – Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mulia Karimun, Herry Budhiato menyatakan, pihaknya juga merugi kalau pipa distribusi air bocor terus.
“Selaku perusahaan, kami juga tidak ingin pipa-pipa terus bocor. Kami rugi karena distribusi air terhenti yang berdampak pada menurunnya pendapatan,” kata dia di ruang kerjanya, Rabu pekan ini.
Herry Budhiarto mengatakan, selain pendapatan menurun, pihaknya juga harus mengeluarkan biaya untuk operasional perbaikan pipa yang mengalami kebocoran.
Karena itu, pihaknya terus berupaya agar peremajaan pipa yang sudah tua segera terealisasi.
Pipa-pipa yang sering bocor itu, menurut dia, merupakan pipa pertama sejak layanan air bersih mulai dilakukan, yakni sejak masih menjadi cabang dari PDAM Tirta Kepri pada 2016.
Pipa-pipa tersebut hampir setiap pekan mengalami kebocoran di titik-titik tertentu. Perbaikannya juga membutuhkan waktu lalu karena tertanam jauh dalam tanah di bawah aspal jalan raya.
Peremajaan pipa-pipa utama yang sudah tua tersebut sudah tertuang dalam DED (detail engineering design) dengan biaya mencapai Rp50 miliar. (yra)
Baca jurnal berita Karimun berikut: Perumda Tirta Mulia Karimun Perlu Rp50 Miliar untuk Peremajaan Pipa Utama





