Menkeu: Ekonomi Tetap Stabil Walaupun Rupiah Melemah

Seorang karyawan menunggu pelanggan di sebuah mall di Denpasar, Bali pada 5 Mei 2023. (Foto: AFP/Sonny Tumbelaka)
Seorang karyawan menunggu pelanggan di sebuah mall di Denpasar, Bali pada 5 Mei 2023. (Foto: AFP/Sonny Tumbelaka)

BI Yakin Rupiah Menguat

Dalam kesempatan yang sama Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan berdasarkan indikator makro perekonomian yang positif seharusnya rupiah berada dalam tren yang menguat. Namun, karena faktor eksternal cukup kuat maka berdampak pada melemahnya nilai tukar mata uang tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara tetangga.

Bacaan Lainnya

“Ada faktor teknikal, yang jangka pendek itu bisa berpengaruh pada nilai tukar jangka pendek. Contoh bulan Mei terjadi ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kemudian pada waktu itu Fed Fund Rate yang diperkirakan turun tiga kali, rupanya tidak jadi turun, paling banter akhir tahun ini cuma sekali,” ungkap Perry.

Menyikapi hal tersebut, BI kata Perry, merespons dengan menaikkan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) sehingga rupiah sempat melemah ke level Rp15.900 per dolar AS.

“Pada saat sekarang rupiah kemarin yang sudah menguat, melemah lagi. Faktornya apa? Faktor global masih, Fed Fund Rate masih tebak-tebakkan sampai akhir tahun dan menurut perkiraan kami sekali saja (penurunan Fed Fund Rate) cuma akhir tahun saja,” jelasnya.

Ferry menuturkan sejak akhir 2023 hingga saat ini, nilai tukar rupiah telah mengalami pelemahan sebesar 5,92 persen. Meskipun demikian, pelemahan ini masih tergolong cukup baik bila dibandingkan dengan pelemahan mata uang negara lain seperti won Korea Selatan yang mencapai 6,78 persen, bath Thailand 6,92 persen, peso Filipina 7,89 persen, dan yen Jepang 10,78 persen.

BI, kata Perry, akan terus berada di pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah di antaranya dengan menggunakan cadangan devisa yang saat ini berada pada posisi $139 miliar.

“Kesimpulannya, rupiah secara fundamental trennya, jangan tanya hari per hari. Ini rupiah trennya akan menguat karena inflasi rendah, growth bagus, faktor fundamental itu bagus. dari hari ke hari, bulan ke bulan, minggu ke minggu faktor sentimen itu akan pengaruhi gerakannya,” tegasnya.

Total Views: 603

Pos terkait