Meranti (Jurnal) – Sejumlah kalangan dan elemen masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti mendukung penuh sikap tegas Anas Ma’amun Gubernur Riau agar pemerintah dan lembaga legislative mengurangi anggaran perjalanan dinas yang dianggap pemborosan, Hal ini khususnya yang terjadi di kabupaten paling bungsu di Provinsi Riau.
Syaiful Ikram SAg, mantan Ketua Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti kepada wartawan ini di Selatpanjang, Senin menyambut baik pernyataan Gubernur Riau agar seluruh jalanan pemerintah daerah dan lembaga legislatif untuk memotong anggaran perjalanan dinas luar daerah.
Pihaknya mengaku sangat setuju sekali,karena dirinya menegaskan besarnya anggaran perjalanan dinas yang dialokasikan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemajuan daerah,namun sebaliknya justru pembiayaan perjalanan dinas yang sangat besar itu telah terjadi pemborosan uang negara.
“Saya sangat setuju sekali, terkait apa yang ditegaskan oleh Gubernur Riau di beberapa kesempatan, bahwa seluruh satuan kerja di bawah jajarannya, dari pemerintah provinsi hingga kabupaten kota, tidak terkecuali lembaga legislatif agar memangkas anggaran perjalanan dinasnya,” kata Syaiful Ikram.
Tambah pejabat di Sekreratiat DPRD Meranti itu, “Dan saya sangat yakin juga jika tidak ada suatu daerah dinegeri ini yang daerahnya maju dikarenakan pemerintah daerah dan legislatifnya sering melakukan perjalanan dinas, baik itu studi banding maupun penataran seperti yang kerap kita dengar.”
“Kalau ada pejabat atau dewan yang mengatakan keberangkatan mereka itu untuk memajukan daerah, dan ada hasilnya seperti yang tertuang dalam rencana kerja (juklak), itu omong kosong, yang ada mereka itu sebatas menghabiskan uang perjalanan dinas, kalau mau studi banding sekali-sekali boleh. Namun harus dievaluasi, dan studi banding pun harus ke daerah yang memang benar-benar memberikan kontibusi kepada daerah kita, intinya harus ada manfaatnya yang dapat dirasakan oleh masyarakat kita,” tuturnya.
Pihaknya mencontohkan, studi banding yang dilakukan seluruh kepala desa se-Meranti ke Yogyakarta pekan lalu, atau seremonial yang kerap dilakukan oleh masing masing SKPD dan legislatif di daerah kita ini, termasuk juga kegiatan seremonial lainnya dengan dalih promosi dan penataran diluar daerah.
“Saya tegaskan itu tidak efisien dan tidak efektif hasilnya, justru malah sebaliknya menghamburkan uang rakyat, kalau perlu boleh kita cek dan buktikan,” katanya.
Ia menegaskan, pascaterbentuknya Kabupaten Kepulauan Meranti ini, program pemerintah dalam menjalankan amanat undang-undang pemekaran serta cita-cita rakyat Meranti dalam memekarkan diri hanya sebatas retorika.
“Artinya hanya mengalami perubahan o,ooo persen saja itu pun perubahan di segi administrasi, dan apa yang diinginkan oleh masyarakat belum tercapai, atau sedikit saja dampak pedrubahan pembangunan yang ada jika dibandingkan dengan anggaran yang sudah digelontorkan pertahunnya,” papar nya.
Terkait pemangkasan anggaran perjalanan dinas 30 persen, ia mendukung jika memang untuk kemajuan daerah sehingga sedikit banyaknya dapat menggenjot perputaran perekonomian daerah ini, bukan malah membelanjakan uang daerah ini di daerah lain,
“Jika anggaran perjalanan dinas dan seremonial diturunkan 30 persen, setidaknya puluhan miliar rupiah dana APBD kita sudah terselamatkan, sebab jika kita perhatian akhir akhir ini kegiatan pembangunan dilapangan jumlahnya terus menurun, karena adanya kegiatan yang sifatnya sentralistik,” katanya.
Selanjutnya, dana sebesar 30 persen yang nilainya puluhan milyar dari hasil pemangkasan perjalan dinas dan seremonial itu bisa digunakan untuk pembiayaan kegiatan pembangunan sarana infrastruktur dan program lainnya,” kata dia
Ia menyatakan jika dirinya akan terus memperjuangkan mengenai pemangkasan biaya perjalanan dinas, seremonial, penataran diluar daerah, hingga study banding yang secara rutin mereka lakukan namun hasilnya tidak memuaskan,” ingat Syaiful yang mengisyaratkan akan maju dalam pertarungan pemilihan Bupati Kepulauan Meranti pada 2015 mendatang.
Saya harus bertanggung jawab atas pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti yang sudah kita perjuangan bersama rakyat, saya ingin pembangunan di Meranti ini cepat terlaksana secara adil merata, saya sangat yakin, kabupaten kita ini memiliki sumber kekayaan melimpah namun sejauh ini tidak ditangani dengan baik dengan menggunakan anggaran yang begitu besar, sebab kebanyakan penyelenggaraan kegiatan di daerah ini cenderung malas-malasan, asyik keluar daerah,” pungkasnya. (Isk)





