51 Pengungsi Rohingya Mendarat di Langkat, Diduga Korban Penyelundupan Manusia

Muhammed Zaber Khan salah seorang etnis Rohingya yang tiba di Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Kamis 23 Mei 2024. (VOA/Anugrah Andriansyah)
Muhammed Zaber Khan salah seorang etnis Rohingya yang tiba di Desa Kwala Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Kamis 23 Mei 2024. (VOA/Anugrah Andriansyah)

Kepala Desa Kwala Langkat, Mahyu Danil, membenarkan jika kapal yang membawa puluhan Rohingya itu telah kabur.

“Mereka dibawa pakai kapal menuju pantai. Tiba di pantai disuruh turun. Lalu, mereka berjalan hingga masuk ke Desa Kwala Langkat. Kondisi kapal sudah tidak ada. Sudah tidak terlihat lagi,” kata Danil.

Bacaan Lainnya

Danil memerinci kelompok Rohingya itu terdiri dari 42 laki-laki, 3 perempuan, dan 6 anak-anak. Keberadaan mereka pertama kali diketahui oleh warga yang berpapasan dengan mereka saat berjalan dari tepi pantai menuju perkampungan. Saat ini mereka ditempatkan sementara di tepi Pantai Lampu Ujung Damak.

“Diarahkan masyarakat ke kantor desa. Sampai di kantor desa didiamkan sebentar, setelah mau magrib dipindahkan ke tepi Pantai Tanjung Lampu Ujung Damak agar menjauhkan mereka dari permukiman masyarakat,” ucap Danil.

Pemindahan itu dilakukan lantaran warga menolak kehadiran Rohingya di Desa Kwala Langkat.

“Warga tetap menolak keras kedatangan mereka. Harapan warga itu orang etnis Rohingya harus segera dipulangkan. Itu keinginan warga yang disampaikan ke pemerintah desa agar segera mengeluarkan mereka secepatnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tandas Danil.

Sebelumya, perwakilan dari Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR), Yanuar Farhanditya, yang mengetahui keberadaan orang-orang yang diyakini etnis Muslim Rohingya itu telah tiba di Desa Kwala Langkat.

“Kami terus bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan para mitra lainnya di lapangan untuk memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan mereka. Kami berterima kasih kepada otoritas Indonesia dan masyarakat setempat atas respons cepat terhadap kelompok ini,” ujar Yanuar melalui pesan singkat kepada VOA, Rabu (22/5/2024). [voa/aa/ab]

Jaringan: VOA

Total Views: 478

Pos terkait