Sebanyak 21 siswa dan 30 siswi SDN 35 Selatpanjang di Jalan Diponegoro, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau mengelar perpisahan dan pelepasan setelah menggelar ujian nasional tahun 2014, Sabtu (7/6).
Dalam acara perpisahan yang meriah dan dihadiri orang tua wali Murid, Kepala SDN 35 Rahman menjelaskan kepada siswa-siswi bahwa sikap baik dan jujur itu tidak harus dengan tulisan, tapi praktek langsung ke lapangan.
“Peran serta orang tua murid dalam sistem belajar harus membimbing anaknya, karena wajib Belajar 9 Tahun, Peran serta semua pihak sangat di butuhkan di sekolah kita ini, tampa adanya dukungan maka tidak berlansung acara perpisahan ini,” ungkapnya.
“Saya sangat berterima kasih walau ada Kendala disana- sini, seperti mati lampu dan lain-lainnya. Namun orang tua, guru, dan murid serta tamu undangan yang hadir tidak berkecil hati, dan ini merupakan kebanggaan saya selaku Kepala Sekolah,”tambah Rahman.
Ia juga berharap pemerintah daerah dalam kesempatan ini melihat kondisi sekolah yang setiap tahun makin bertambah siswanya.
“Tidak bisa kita hindari bahwa sekolah kita sangat kekurangan lokal atau kelas dan saya bermohon agar ada penambahan kelas, agar semua siswa dapat masuk pagi semunya, ” katanya.
Menyikapi persoalan kelas di SD 35 itu melalui wartawan jurnalterkini.id, Rahman mengatakan sudah beberapa kali pihaknya mengajukan proposal namu sampai saat ini belum mendapat tanggapan.
Dalam even tahunan perpisahan siswa/I itu, turut hadir Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Tebing Tinggi, Abu Hasan Ashari, Spd. Dan
Abu Hasan menyampaikan bahwa perpisahan ini adalah even setiap tahun yang diharapkan memberikan kesan baik bagi siswa-siswi untuk ke sekolah berikutnya. “Agar anak-anak bisa terkesan dengan sekolah tempat mereka pernah menuntut ilmu, dan juga menghimbau agar guru-guru dan orang tua harus memberikan contoh terbaik kepada murid dan orang tuanya,” tuturnya.
“Zaman sekarang, banyak generasi muda meningalkan seni dan budaya leluhur. Bukan budaya luar yang ditiru, ‘Jangan pakai baju tidur ke pasar’, ini adalah tugas berat dan PR Bagi Guru di Sekolah dan Orang Tua di Rumah agar dapat mencerminkan untuk kebaikan dan nilai moral yang baik kepada generasi muda,” pungkasnya. (Isk)





