Jaksa ICC Usahakan Surat Perintah Penangkapan untuk Pemimpin Israel dan Hamas

FILE - Gedung Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda, 31 Maret 2021. (REUTERS/Piroschka van de Wouw)
FILE - Gedung Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda, 31 Maret 2021. (REUTERS/Piroschka van de Wouw)

Pembicaraan dengan AS

Gallant mengatakan pada Senin, bahwa Israel berkomitmen untuk memperluas operasi daratnya di Rafah, kota di selatan Gaza, ketika dia bertemu dengan penasehat keamanan nasional Gedung Putih, Jake Sullivan.

Bacaan Lainnya

Gallant menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dia menyampaikan ke Sullivan, upaya di Rafah bertujuan untuk menghancurkan kelompok militan Hamas dan memastikan kembalinya pada sandera yang masih ditahan di Gaza.
Gallant juga mengatakan bahwa dia dan Sullivan mendiskusikan upaya untuk memperkuat posisi Israel di Timur Tengah.

Sullivan bertemu dengan PM Israel, Benyamin Netanyahu pada Minggu, untuk mendiskusikan operasi militer Israel yang lebih tepat sasaran terhadap Hamas di Gaza, yang akan menurunkan risiko kerusakan tambahan bagi warga sipil.

Pejabat AS ini mengulangi kembali “pendirian lama di Rafah” dari Presiden Joe Biden, kata Gedung Putih, yang merujuk pada desakan Biden untuk menghindari serangan besar di Rafah, karena kekhawatiran akan bencana kemanusiaan.

Sullivan juga menjelaskan kepada Netanyahu, terkait diskusinya dengan Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman di Arab Saudi, kata Gedung Putih. Sebuah rencana dari AS akan membuat Arab Saudi mengakui Israel dan membantu otoritas Palestina memerintah Gaza, sebagai imbalan atas jalan menuju terbentuknya sebuah negara di wilayah kantung itu.

“Sullivan mengulangi pentingnya bagi Israel untuk mengaitkan operasi militer mereka dengan strategi politik yang bisa memastikan kekalahan abadi bagi Hamas, untuk membebaskan sebuah sandera dan masa depan yang lebih baik bagi Gaza,” kata Gedung Putih.

Kantor Netanyahu menyampaikan dalam sebuah pernyataan bahwa pertemuan tersebut berfokus dalam operasi militer Israel di Rafah, bantuan kemanusiaan dan penahanan sandera di Gaza.

Netanyahu menentang ide pendirian negara Palestina yang merdeka karena menganggapnya sebagi ancaman nyata bagi keamanan nasional Israel. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 538

Pos terkait