Jaksa ICC Usahakan Surat Perintah Penangkapan untuk Pemimpin Israel dan Hamas

FILE - Gedung Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda, 31 Maret 2021. (REUTERS/Piroschka van de Wouw)
FILE - Gedung Pengadilan Kriminal Internasional di Den Haag, Belanda, 31 Maret 2021. (REUTERS/Piroschka van de Wouw)

Tanggapan Israel dan Hamas

Jaksa ICC harus meminta surat perintah tersebut dari panel praperadilan yang terdiri dari tiga hakim, yang membutuhkan waktu rata-rata dua bulan untuk mempertimbangkan bukti-bukti dan menentukan apakah proses persidangan dapat dilanjutkan.

Bacaan Lainnya

Israel bukan anggota ICC, dan bahkan jika surat perintah penangkapan itu dikeluarkan, Netanyahu dan Gallant tidak menghadapi risiko penuntutan.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant pada Senin (20/5/2024) berada di parlemen Israel untuk pembukaan sidang musim panas Knesset, beberapa jam setelah jaksa ICC mengatakan dia telah meminta surat perintah penangkapan mereka.

Menanggapi upaya penangkapan tersebut, Netanyahu mengatakan, “ICC di Den Haag sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pejabat senior pemerintah dan militer Israel karena dianggap sebagai penjahat perang. Ini merupakan tindakan yang sangat keterlaluan dalam sejarah. Badan-badan internasional seperti ICC muncul setelah Holocaust yang dilakukan terhadap orang-orang Yahudi. Badan-badan itu dibentuk untuk mencegah kengerian seperti itu, untuk mencegah genosida pada masa depan.”

Kantor kejaksaan ICC itu menyebut upaya penangkapan terhadap tiga militan terkemuka Hamas, termasuk Yahya Sinwar, Mohammed Deif dan Ismail Haniyeh.

Paraa pejabat Hamas belum memberikan reaksi atas upaya penangkapan tersebut. Namun, dalam kesempatan terpisah beberapa waktu lalu Yahya Sinwar mengatakan bahwa perjuangannya akan terus berlanjut.

“Hari ini, rakyat kami meluncurkan fase baru dalam sejarah perjuangan dan perjuangan nasional mereka, menuju kebebasan dan kembalinya mereka. Hari ini rakyat kami dari seluruh bangsa, dari Gaza, dari Tepi Barat, dari tanah-tanah yang diduduki pada tahun 1948, dan dari negara-negara lain, akan meluncurkan fase baru ini dan memperbaiki jalannya,” kata Sinwar.

Tidak ada komentar dari para hakim ICC pada hari Senin, dan tidak ada indikasi surat perintah penangkapan dalam kasus ini akan segera dikeluarkan. Namun, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan pada Minggu malam bahwa mereka telah memberi tahu misi Israel tentang “rumor” bahwa surat perintah penangkapan mungkin akan dikeluarkan terhadap pejabat-pejabat senior politik dan militer.

Netanyahu mengatakan pada hari Jumat (17/5/2024) bahwa Israel “tidak akan pernah menerima upaya apa pun yang dilakukan ICC untuk melemahkan hak membela dirinya.

Baik Israel maupun Amerika Serikat tidak mengakui yurisdiksi ICC, namun surat perintah apa pun dapat membuat pejabat Israel berisiko ditangkap di negara lain. Surat penangkapan juga merupakan teguran keras atas tindakan Israel pada saat protes pro-Palestina menyebar di kampus-kampus AS.

Mahkamah Internasional (International Court of Justice/ICJ), sebuah badan terpisah, sedang menyelidiki apakah Israel telah melakukan tindakan genosida dalam perang yang sedang berlangsung di Gaza, dan keputusan apa pun diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun. Israel menolak tuduhan melakukan kesalahan dan menuduh kedua pengadilan internasional itu berat sebelah.

Total Views: 534

Pos terkait