Dari 11.000 warga yang diungsikan itu, 834 warga asal Pulau Ruang akan langsung dievakuasi ke Kota Manado karena tidak dapat lagi kembali ke pulau tersebut. “Artinya akan butuh waktu lebih lama buat mereka untuk sementara tinggal di tempat pengungsian atau hunian sementara nantinya sebelum nanti rumah baru di tempat relokasi itu selesai dibangunkan,” kata Abdul Muhari.
Rekomendasi Badan Geologi
Penyidik Madya Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Hetty Triastuti menyatakan Gunung Ruang mengalami erupsi menerus pasca letusan besar yang diikuti awan panas. Tinggi kolom erupsi mencapai lima ribu meter dari puncak gunung. Ia menyerukan seluruh warga Pulau Tagulandang segera dievakusi sebelum terlambat.
“Kepada masyarakat di Pulau Tagulandang, khususnya yang bermukim dekat pantai, agar mewaspadai potensi lontaran batu pijar, luruhan awan panas atau surge, dan tsunami akibat material erupsi yang masuk ke laut atau runtuhnya tubuh gunung api ke dalam laut. Dan masyarakat dihimbau untuk selalu menggunakan masker untuk menghindari paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu sistem pernafasan,” ujar Hetty.
Sejarah Erupsi Gunung Ruang
Gunungapi Ruang secara administratif berada di desa Tulusan, Kecamatan Tagulandang, Kabupaten Sitaro Provinsi Sulawesi Utara. Gunung dengan tinggi mencapai 725 meter di atas permukaan laut ini juga dikenal dengan nama Gunung Ruwang, Aditinggi, Duang atau Duwang.
Sejak tahun 1808 hingga 2002, Gunung Ruang telah berulangkali erupsi. Bahaya utama yang ditimbulkannya adalah awan panas dan aliran lava yang dapat menyelimuti seluruh pulau. Sementara pulau-pulau di sekitarnya berpotensi terkena hujan vulkanik, lapilli atau material padat berupa batu-batu kerikil, sampai abu yang mungkin masih panas. Bahaya lahar hanya terbatas di Pulau Ruang saja. [voa]
Jaringan: VOA






