Gunung Ruang Kembali Erupsi, Belasan Ribu Warga Mengungsi

TOPSHOT - Erupsi gunung berapi Gunung Ruang terlihat dari pulau Tagulandang di Sitaro, Sulawesi Utara, 30 April 2024. (AFP)
TOPSHOT - Erupsi gunung berapi Gunung Ruang terlihat dari pulau Tagulandang di Sitaro, Sulawesi Utara, 30 April 2024. (AFP)

POSO, SULAWESI TENGAH- Sedikitnya 11 ribu warga Pulau Tagulandang, di Kabupaten Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang (Sitaro), Sulawesi Utara harus mengungsi ke tempat yang aman pasca erupsi Gunung Ruang Selasa ini. Masa tanggap darurat pun diperpanjang hingga 13 Mei. 

Masa tanggap darurat akibat erupsi Gunungapi Ruang di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, diperpanjang selama 14 hari ke depan terhitung sejak 30 April ini. Kebijakan perpanjangan status tanggap darurat itu diambil seiring terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik Gunungapi Ruang yang kembali erupsi pada pukul 01.15 WITA tadi.

Selang lima belas menit setelah erupsi itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan tingkat aktivitas gunung itu dari level III-Siaga menjadi level IV-Awas. Hal ini membuat warga di Pulau Tagulandang yang berada dalam radius tujuh kilometer dari puncak kawah harus kembali mengungsi ke tempat yang aman.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menjelaskan hal ini lebih jauh.

Bacaan Lainnya

“Jadi, melihat dari karakter dampak dari erupsi yang terjadi hari ini hingga pagi hari tadi itu berbeda dengan erupsi dua minggu yang lalu. Kalau dua minggu lalu itu harus dikosongkan hingga enam kilometer, maka per hari ini itu harus dikosongkan hingga tujuh kilometer. BNPB sudah mengestimasi populasi penduduk yang harus kita evakuasi itu lebih kurang 11.000 – 12.000 jiwa.”

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro bersama TNI/Polri kini bergerak cepat mengevakuasi warga Pulau Tagulandang menuju ke Pulau Siau. Evakuasi melibatkan tiga armada transportasi laut yaitu kapal feri, kapal dari Basarnas dan KRI dari Bitung, Minahasa Utara.

Warga yang dievakuasi nanti akan ditampung di tujuh titik pos pengungsian di Pulau Siau, yang penanganannya nanti dilakukan oleh BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Sitaro.

“Untuk kebutuhan-kebutuhan logistik dari Sitaro sudah disampaikan, terpal dan seng 5.000 sampai 7.500 lembar, kasur dan tikar 5.000 lembar, tenda pengungsi 30 unit, dan kemudian untuk di Manado 30 tenda pengungsi dan 50.000 paket makanan siap saji ini akan dicoba untuk dilengkapi baik itu bersama BNPB, pemerintah provinsi dan pemerintah daerah,” tambahnya.

Total Views: 436

Pos terkait