Sebuah ledakan yang terjadi pekan lalu di salah satu pangkalan militer di Irak, disebabkan oleh amunisi yang disimpan di lokasi tersebut. Pangkalan militer ini sendiri menampung mantan anggota pasukan paramiliter pro-Iran. Kesimpulan itu disampaikan sebuah komite penyelidikan pada Selasa (23/4/2024), yang mengesampingkan serangan udara sebagai dugaan penyebab ledakan itu.
Ledakan yang terjadi sepanjang malam mulai Jumat hingga Sabtu pekan lalu di pangkalan Kalsu di provinsi Babilonia, menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya.
Para pejabat sebelumnya menyebut sebuah “serangan bom udara”, tetapi pihak berwenang kini mengesampingkan kemungkinan serangan drone atau serangan udara lain.
Pangkalan ini menjadi “barak dan depo senjata” milik tentara Irak, kementerian dalam negeri dan Pasukan Mobilisasi Populer, atau Hashed al-Shaabi, kata komite itu dalam sebuah pernyataan.
“Ledakan itu menciptakan kawah yang besar dan bentuknya tidak beraturan di lokasi insiden tersebut, yang sebelumnya digunakan untuk menyimpan barang-barang, rudal dan bahan peledak,” tambah laporan itu.




