Irak: Ledakan Pangkalan Militer Karena Amunisi yang Disimpan

Gambar yang diambil dari video UGC yang diposting pada tanggal 20 April 2024 ini menunjukkan kerusakan akibat ledakan di pangkalan militer Irak di provinsi tengah Babilonia yang menampung koalisi kelompok bersenjata pro-Iran. (UGC/AFP)
Gambar yang diambil dari video UGC yang diposting pada tanggal 20 April 2024 ini menunjukkan kerusakan akibat ledakan di pangkalan militer Irak di provinsi tengah Babilonia yang menampung koalisi kelompok bersenjata pro-Iran. (UGC/AFP)

Komite tersebut, yang melakukan analisis terhadap tanah dan material di lokasi, menambahkan bahwa “ukuran kawah tersebut mengonfirmasi ada ledakan yang sangat kuat dari senjata dan material ledak berdaya tinggi yang berada di lokasi”.

Analisis ini memungkinkan para penyelidik untuk mengidentifikasi adanya “tiga material yang digunakan dalam pembuatan bahan peledak dan rudal, yaitu TNT, amonium nitrat dan dibutil ftalat”.

Bacaan Lainnya

Komite ini mengatakan bahwa intensitas ledakan dan ukuran berbagai senjata yang terlempar ke udara oleh ledakan itu “tidak dapat disebabkan oleh satu atau beberapa rudal udara dalam kondisi apapun”.

Para penyelidik juga merujuk pada laporan-laporan oleh komando angkatan udara Irak, yang menyatakan bahwa tidak ada pesawat tempur atau drone yang terbang di provinsi tersebut, pada saat ledakan itu terjadi.

CENTCOM, komando militer AS di kawasan tersebut, membantah keterlibatan apapun dalam ledakan tersebut.

Ketika ditanya oleh AFP, militer Israel menolak untuk berkomentar.

Hashed al-Shaabi adalah bagian tidak terpisakan dari pasukan keamanan Irak yang beroperasi di bawah otoritas perdana menteri.

Tetapi pasukan ini terdiri dari berbagai faksi bersenjata, sebagian dalam beberapa bulan terakhir melakukan puluhan serangan di wilayah Irak dan Suriah terhadap pasukan AS yang dikerahkan sebagai bagian dari koalisi internasional antijihadis. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: M Sarih

Total Views: 560

Pos terkait