Beberapa orang Jepang mengatakan bahwa mereka mengandalkan apa yang dikatakan orang di internet tentang rumah sakit, termasuk berapa lama waktu tunggu atau jenis layanan yang mereka dapatkan, dibandingkan situs resmi. Namun komentar-komentar online tersebut mungkin tidak akurat dan bahkan merugikan layanan kesehatan, kata mereka yang berada di balik gugatan tersebut.
Jepang memiliki sistem layanan kesehatan yang relatif luas dan terjangkau. Sektor medis merupakan topik hangat di negara itu. Jepangan adalah salah satu negara yang penduduknya mengalami penuaan tercepat di dunia.
Gugatan kelompok (class action) relatif jarang terjadi di Jepang, meskipun Google telah dituntut di AS dan berbagai negara lain karena dituduh menyebarkan iklan yang menyesatkan, melakukan pelanggaran privasi, dan masalah lainnya.
Awal bulan ini, Google setuju untuk menghapus miliaran catatan berisi informasi pribadi yang dikumpulkan dari lebih dari 136 juta orang di AS yang menjelajahi internet melalui browser web Chrome-nya. Hal ini merupakan bagian dari penyelesaian tuntutan hukum AS yang menuduh Google melakukan pengawasan ilegal.
Gugatan di Jepang dimaksudkan untuk menyoroti potensi bahaya dari teknologi Google, kata pengacara para profesional medis itu. Ganti rugi yang mereka tuntut bersifat simbolis, sekitar 23.000 yen ($150) per penggugat. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: M Sarih





