Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto, yang menghadiri pertemuan yang sama dengan presiden, mengatakan pemerintah sedang memantau dampak meningkatnya ketegangan di Timur Tengah terhadap harga minyak dan biaya logistik.
Indonesia adalah negara pengimpor minyak dan negara yang menghabiskan banyak subsidi energi, termasuk bahan bakar.
Airlangga mengatakan, pemerintah akan memastikan defisit anggaran tidak melebihi pagu yang ditetapkan sebesar 3% dari produk domestik bruto.
Satria Sambijantoro, analis broker Bahana Sekuritas, mengatakan tekanan kenaikan dolar mungkin bertahan jika data inflasi dan pekerjaan AS terus menguat hingga pemilihan presiden AS pada bulan November.
Dia mengatakan BI mungkin perlu menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 6,25% pada pertemuan berikutnya untuk membantu menstabilkan rupiah.
BI akan mengadakan rapat kebijakan bulanan pada 23-24 April.
Handy Yunianto, analis di Mandiri Sekuritas, yang memperkirakan rupiah akan berada di kisaran level saat ini, mengatakan cadangan devisa BI yang besar akan memberi BI fleksibilitas dalam menstabilkan mata uang melalui intervensi pasar.
Imbal hasil obligasi acuan 10 tahun naik sebesar 6,888%, tertinggi sejak November 2023. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: M Sarih





