Petugas medis dan penduduk di sana mengungkapkan bahwa seorang perempuan tewas dan 23 orang terluka pada Minggu (14/4/2024) ketika pasukan Israel menembaki puluhan warga yang mencoba kembali ke wilayah utara Gaza dari selatan. Belum ada komentar langsung dari Israel mengenai kematian perempuan itu.
Banyak pengungsi menyadari bahwa mereka harus bertarung nyawa dalam upaya kembali ke wilayah utara Gaza. Mereka menyatakan, itu adalah risiko yang rela mereka hadapi demi bisa pulang.
Seorang penduduk Gaza, Asmaa al-Assar, yang mengungsi ke selatan, mengatakan, “Kami kelelahan, harga diri kami terkikis, dan saya hanya ingin pulang. Sekalipun di atas reruntuhan, saya siap mendirikan tenda dan tinggal di dalamnya bersama anak-anak perempuan dan laki-laki saya. Itu tidak masalah (bagi saya).”
“Meskipun seperti yang mereka katakan, tidak ada makanan dan terjadi kelaparan, tidak masalah. Saya hanya ingin pulang,” imbuhnya.
Serangan militer Israel di Jalur Gaza telah menewaskan hampir 34 ribu dan melukai lebih dari 76 ribu orang sejak 7 Oktober, kata kementerian kesehatan Gaza pada Senin. Serangan itu memaksa sebagian besar dari 2,3 juta penduduk Gaza mengungsi.
Belum ada arahan yang jelas dari militer Israel akan kemungkinan keluarga-keluarga pengungsi Palestina pulang ke rumah mereka. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: M Sarih





