PBB Karimun Bantu Pemakaman Christina yang Tewas saat Berlibur di Pantai Pelawan

DPC PBB Karimun, Senin (15/4/2024) di kamar jenazah RSUD Muhammad Sani membantu pengurusan jenazah Christina, wanita yang meninggal saat berlibur di Pantai Pelawan. (jurnalterkini.id/jansen)
DPC PBB Karimun, Senin (15/4/2024) di kamar jenazah RSUD Muhammad Sani membantu pengurusan jenazah Christina, wanita yang meninggal saat berlibur di Pantai Pelawan. (jurnalterkini.id/jansen)

Karimun, JurnalTerkini.id – Peduli kemanusiaan, Dewan Pimpinan Cabang Pemuda Batak Bersatu (DPC PBB) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) ikut berperan pemakaman Christina (49), seorang wanita yang meninggal saat berliburan di Pantai Pelawan.

Wakil Ketua I DPC PBB Kabupaten Karimun, Maszan P Sianturi alias Butong didampingi oleh Penasehat dan Ketua Srikandi DPC PBB Karimun mengatakan, korban dimakamkan di TPU Kristen Teluk Paku, Sememal pada Senin (15/4/2024), proses pemakamannya dilaksanakan secara Agama Kristen sesuai indentitas korban.

Bacaan Lainnya

“Korban dikabarkan tidak memiliki keluarga di Kabupaten Karimun, jadi disinilah kami dari Pemuda Batak Bersatu hadir dan terlibat langsung untuk menangani proses pemakaman mulai dari awal hingga selesai,” kata Butong.

Semua biaya, kata Butong merupakan donasi dari DPC PBB Karimun dan teman-teman korban, mulai dari biaya di rumah sakit, membeli peti jenazah, penggalian liang kubur hingga pemakaman.

“Kami dari Pemuda Batak Bersatu selalu hadir di tengah tengah masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan moto dari Pemuda Batak Bersatu, ‘Solidaritas, Toleransi, Rukun dan Gotong Royong’,” ucap Butong.

Sementara itu, sahabat korban bernama Putri mengucapkan terima kasih khususnya kepada organisasi Pemuda Batak Bersatu.

“Dengan diberikannya bantuan mulai dari tenaga, waktu, pikiran dan materi. Saya mewakili dari seluruh sahabat korban mengucapkan banyak terima kasih atas semua bantuan yang diberikan dari keluarga besar DPC PBB Kabupaten Karimun,” katanya.

Diketahui, Christina meninggal dunia saat berwisata di Pantai Pelawan, Desa Pangke, Kecamatan Meral bersama 2 temannya pada Minggu, 14 April 2024.

Awalnya korban dikabarkan meninggal dunia saat berenang. Namun, polisi menyebutkan, korban meninggal karena penyakit epilepsi atau asma.

“Korban meninggal dunia diduga karena penyakit, berdasarkan keterangan saksi yang pernah tinggal bersama, korban memiliki penyakit asma,” kata Kapolsek Meral AKP Kumala Enggar Anjarani di RSUD Muhamma Sani, Minggu (14/4/2024).

Kapolsek mengatakan berdasrkan hasil visum dokter, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. (jms)

Total Views: 268

Pos terkait