Menuru Noha Masoud, seorang pedagang, jenis amber beragam.
“Amber Jerman adalah yang paling mahal, beberapa di antaranya sangat mahal mulai dari $5,3, diikuti oleh amber Bulgaria. Amber lokal kami juga sangat bagus. Ada juga tasbih yang terbuat dari batu Bologna dan Polandia yang harganya lebih terjangkau tetapi juga sangat bagus, tidak semahal yang dari Jerman,” kata Noha.
Meski demikian, harga yang melonjak tidak menghalangi sejumlah orang yang cukup berada untuk membeli tasbih di Kota Tua ini, seperti Tarek Mostafa.
Tarek menjelaskan yang membedakan tasbih Mesir dari buatan negara lain adalah keunggulan dalam kerajinan tangannya.
“Pekerja Mesir dapat membuat segala macam produk buatan tangan. Jika mereka memiliki keterampilan dasar yang baik, mereka dapat membuat desain apa pun. Kita perlu lebih memperhatikan kerajinan tangan di Mesir karena inilah yang mendatangkan pelanggan dari luar Mesir. Jika tidak, Mesir sama seperti negara lain, negara lain punya batu permata. Uni Emirat Arab dan Arab Saudi adalah rajanya batu permata, tapi mereka membeli tasbih dari kami,” tutur Tarek.
Karena mahalnya, tasbih-tasbih di Kairo dilengkapi sertifikat resmi, yang menunjukkan tingkat karat batu berharga yang digunakan, harga dan siapa produsennya. [voa]
Jaringan: VOA





