Sebagian Besar Jawa Tengah Banjir, Pemerintah Gencarkan Modifikasi Cuaca

Foto dari udara yang menunjukkan area terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 15 Maret 2024. (Foto: Courtesy of BPBD Kabupaten Grobogan)
Foto dari udara yang menunjukkan area terdampak banjir di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada 15 Maret 2024. (Foto: Courtesy of BPBD Kabupaten Grobogan)

Cuaca ekstrem di Jawa Tengah juga berdampak pada kabupaten Pati dan Jepara di mana banjir hingga setinggi 80 sentimeter melanda wilayah tersebut. Sebanyak 2.383 kepala keluarga di 26 desa terdampak, sementara 639 hektare lahan pertanian tak lagi bisa dikelola. Selain akibat hujan intensitas tinggi, banjir di Pati ditengarai berasal dari lereng Gunung Kendeng yang tidak pernah mengalami bencana seperti ini sebelumnya.

Di Jepara sendiri, banjir dengan cepat merendam wilayah kabupaten tersebut, tetapi dengan cepat pula surut. Sebagian warga sudah mulai membersihkan rumah dari puing-puing dan lumpur pada hari Minggu (17/3). Sementara sebagian warga lainnya menambal tanggul yang jebol dengan kantong-kantong pasir dan bahan lain.

Bacaan Lainnya

BNPB Lanjutkan Operasi TMC

Dalam upaya mengatasi serangkaian bencana hidrometeorologi basah akibat cuaca ekstrem di Pantai Utara Jawa itu, Badan nasional penanggulangan Bencana (BNPB) sejak pertengahan pekan lalu telah menggelar Operasi Teknoloi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mengurangi tingkat curah hujan di wilayah hulu dan hilir.

Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD) BNPB, Agus Riyanto, mengatakan seiring keberhasilan operasi TMC sebelumnya, BNPB Bersama BMKG dan lintas kementerian lainnya kembali menggelar operasi TMC hingga Rabu (20/3) mendatang. Operasi TMC yang kedua ini akan dilakukan pada cakupan wilayah yang lebih luas dari operasi pertama, sambil memperhitungkan potensi risiko yang lebih masif.

Operasi TMC kedua melibatkan BNPB, BMKG, BRIN, TNI Angkatan Udara, pemerintah provinsi Jawa Tengah dan sejumlah pihak lainnya. Tiga kali sortie penerbangan dengan pesawat Cesna Grand Carravan menyemai bahan natrium klorida (NaCl), dengan total mencapai tiga ton.

Penerbangan sortie pertama dan kedua mengudara dan menyemaikan bahan NaCl di atas langit perairan utara Jawa Tengah pada ketinggian jelajah 8.000 – 12.000 kaki. Disusul sortie ketiga, yang menyemai bahan NaCl di atas langit Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang dan Kabupaten Pekalongan pada ketinggian jelajah 8.000-12.000 kaki.

Sementara melakukan operasi TMC itu, BNPB, dalam pernyataan tertulis yang diterima VOA, menyerukan warga untuk meningkatkana kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama potensi datangnya banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, sambaran petir dan pohon tumbang. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: M Sarih

Total Views: 650

Pos terkait