“Fakta bahwa saya terpilih untuk menjadi bagian dari program ini menurut saya cukup menjadi dorongan bagi semua perempuan yang ingin memasuki bidang antariksa untuk terus berusaha, baik dengan menjadi ilmuwan atau melalui pelatihan dan kerja keras untuk menjadi seorang astronaut,” lanjut Nora.
Mohammad Al-Mulla, pilot komersial dan mantan Kepala Departemen Pelatihan dari Pusat Polisi Udara di Kepolisian Dubai, mengatakan, “Saya berharap pengalaman saya di bidang penerbangan, yang akan mendukung misi yang lebih besar pada masa depan di antariksa dan saya menantikan kesempatan menjalani pelatihan di NASA serta menjadi bagian dari misi baru.”
Mohammad Al-Mulla berharap suatu hari nanti bisa menjelajahi Bulan. NASA berencana mengirim empat astronot untuk mengelilingi bulan akhir tahun ini, tetapi menunda penerbangan tersebut hingga September 2025.
Rencana pendaratan manusia pertama di bulan setelah lebih dari 50 tahun ini juga mengalami penundaan, dari tahun 2025 menjadi September 2026.
NASA menyatakan adanya kekhawatiran soal keamanan pada pesawatnya sendiri, serta masalah pengembangan pakaian bulan dan pendarat yang dibuat oleh industri swasta.
NASA sangat bergantung pada perusahaan-perusahaan swasta untuk program pendaratan bulan Artemis untuk astronot. Artemis adalah nama yang diambil dari nama saudara kembar Apollo dalam mitologi Yunani. [voa]
Jaringan: VOA





