Prabowo menegaskan komitmennya untuk mempertahankan rekam jejak kebijakan fiskal yang berhati-hati di Indonesia. Namun ia tetap memandang masih ada ruang untuk meningkatkan belanja publik dan utang, mengingat rasio relatif terhadap PDB yang lebih rendah dibandingkan dengan negara lain.
Prabowo juga mengatakan Indonesia akan mengupayakan swasembada pangan, yang ia optimis dapat dicapai dengan cepat, sehingga negara dapat mengekspor pangan dalam waktu empat tahun.
Dia mengatakan Indonesia terbuka untuk investasi dan pemerintahnya akan memastikan perlindungan bagi investor asing dan domestik.
‘Demokrasi Sangat Melelahkan’
Dalam pidato yang berlangsung hampir satu jam, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia seharusnya bangga dengan pelaksanaan pesta demokrasi pada bulan lalu. Namun dia juga mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap keadaan demokrasi di Tanah Air, meski tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
“Izinkan saya membuktikan, bersaksi bahwa demokrasi itu sungguh sangat-sangat melelahkan. Demokrasi itu sangat-sangat berantakan, demokrasi itu sangat-sangat memakan biaya,” tuturnya. “Ada banyak ruang untuk perbaikan.”
Komisi Pemilihan Umum (KPU) diperkirakan akan memberikan hasil perhitungan suara resmi pada 20 Maret. Jika Prabowo menang, ia akan mulai menjabat pada Oktober 2024. [voa]
Jaringan: VOA




