Taliban Izinkan Perempuan Kuliah di Institut Kesehatan Milik Pemerintah

Para siswa perempuan Afghanistan sedang belajar di sebuah sekolah di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 27 Maret 2021. (AP Photo/Rahmat Gul)
Para siswa perempuan Afghanistan sedang belajar di sebuah sekolah di Kabul, Afghanistan, Sabtu, 27 Maret 2021. (AP Photo/Rahmat Gul)

Taliban dilaporkan memberikan izin kepada perempuan lulusan SMA di Afghanistan, untuk mendaftar di institut kesehatan milik pemerintah untuk tahun ajaran baru yang akan dimulai pada Maret.

Proses pendaftaran telah dimulai di lebih dari selusin provinsi di Afghanistan, mengikuti arahan dari Kementerian Kesehatan Masyarakat di Kabul. Hal ini disampaikan kantor berita resmi yang dikelola Taliban, Bakhtar News Agency pada Selasa (20/2/2024). Pernyataan ini tidak memberikan informasi lebih jauh.

Bacaan Lainnya

Belum ada komentar segera dari otoritas de fakto Afghanistan terkait arahan dari kementerian yang diumumkan ini.

Taliban melarang pendidikan bagi anak perempuan di atas kelas enam dan juga melarang perempuan bekerja di sektor publik dan swasta, sejak merebut kekuasaan di Afghanistan pada Agustus 2021.

Arahan Kementerian Kesehatan yang diumumkan ini bisa menjadi tanda yang melegakan bagi anak-anak perempuan yang lulus sebelum pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar karir di sektor kesehatan, satu dari sejumlah kecil area di mana perempuan masih diizinkan untuk bekerja.

Kelompok donor mengatakan pembatasan dalam pendidikan dan dunia kerja perempuan telah merugikan sektor kesehatan Afghanistan yang telah rapuh, karena negara ini bahkan tidak menghasilkan seorang dokterpun selama lebih satu tahun.

PBB berkali-kali memperingatkan bahwa Afghanistan menghadapi kekurangan pekerja kesehatan yang memenuhi syarat secara umum dan khususnya di kalangan perempuan.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengulangi pesannya pada Selasa, bahwa Taliban harus menghapus “larangan kebablasan bagi anak-anak perempuan” untuk mengakses pendidikan dan larangan pekerjaan bagi perempuan.

“Perempuan dan anak perempuan harus mampu berpartisipasi secara penuh dan bermakna dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat Afghanistan dari bangku-bangku sekolah hingga meja-meja pejabat di mana keputusan-keputusan dibuat,” cuit Guterres di akun X. [voa]

Jaringan: VOA

Total Views: 314

Pos terkait