SpaceX Raup Keuntungan di Indonesia Setelah Tiongkok Gagal Luncurkan Roket

Model Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) seberat 4,5 ton, yang diluncurkan ke orbit dengan roket Falcon 9 SpaceX pada Juni 2023, ditampilkan di kantor Pasifik Satelit Nusantara, Jakarta, 15 Januari 2024. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)
Model Satelit Republik Indonesia (SATRIA-1) seberat 4,5 ton, yang diluncurkan ke orbit dengan roket Falcon 9 SpaceX pada Juni 2023, ditampilkan di kantor Pasifik Satelit Nusantara, Jakarta, 15 Januari 2024. (Foto: REUTERS/Willy Kurniawan)

Ketika satelit Nusantara-2 hancur karena roket Tiongkok yang membawa satelit senilai $200 juta gagal terbang pada 2020, upaya Indonesia untuk memperkuat jaringan komunikasi terpaksa mengalami kemunduran. Namun, siapa sangka insiden tersebut justru memberikan ruang bagi Elon Musk untuk meraup untung.

Elon Musk, pemilik SpaceX, menggunakan kegagalan tersebut untuk menyalip badan usaha milik negara (BUMN) asal Negeri Tirai Bambu, China Great Wall Industry Corp (CGWIC). Perusahaan peluncur roket terkemuka di dunia itu berhasil menjadi pilihan utama bagi Pemerintah Indonesia untuk mengorbitkan satelit-satelitnya ke luar angkasa.

Bacaan Lainnya

Perusahaan kontraktor Tiongkok itu sebelumnya memikat Indonesia dengan tawaran manis berupa pembiayaan yang murah, janji dukungan yang luas untuk ambisi ruang angkasa, dan kekuatan geopolitik Beijing. Indonesia sendiri menjadi pasar utama dalam pertumbuhan industri antariksa.

Seorang pejabat senior pemerintah dan dua pejabat industri di Jakarta yang mengetahui masalah itu mengatakan kepada Reuters bahwa kerusakan satelit Nusantara-2 menjadi titik balik bagi Indonesia untuk menjauh dari kontraktor luar angkasa Tiongkok dan lebih memilih perusahaan milik Musk.

Nusantara-2 adalah peluncuran satelit kedua yang diberikan Indonesia kepada CGWIC, setara dengan jumlah yang dilakukan SpaceX pada saat itu. Setelah kegagalan tersebut, SpaceX berhasil meluncurkan dua satelit Indonesia. Peluncuran satelit ketiga dijadwalkan akan dilakukan pada Selasa (20/2/2024), sementara di sisi lain Tiongkok belum menangani peluncuran satelit satu pun.

Menurut temuan Reuters, SpaceX berhasil mengalahkan Beijing dengan memadukan sejumlah faktor, yaitu keandalan peluncuran, penggunaan kembali roket yang lebih murah, dan juga membangun hubungan personal antara Elon Musk dengan Presiden Joko Widodo. Setelah pertemuan antara keduanya di Texas pada 2022, SpaceX juga berhasil memperoleh persetujuan peraturan untuk layanan internet satelitnya, Starlink.

Total Views: 838

Pos terkait