Pria di Karimun diciduk karena cabuli anaknya

0
Pria di Karimun diciduk polisi karena cabuli anaknya. Keterangan foto: Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan didampingi Kasat Reskrim AKP Herie Pramono (2 kiri) memberikan keterangan terkait kasus tersebut, Kamis (7/7/2020). (foto:yra)
Pria di Karimun diciduk polisi karena cabuli anaknya. Keterangan foto: Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan didampingi Kasat Reskrim AKP Herie Pramono (2 kiri) memberikan keterangan terkait kasus tersebut, Kamis (7/7/2020). (foto:yra)

Karimun, JurnalTerkini.id – Seorang pria di Karimun diciduk karena cabuli anaknya, sebut saja Bunga yang masih di bawah umur (12 tahun).

“Tersangka EM adalah ayah tirinya korban, ia mencabuli korban sejak tahun 2014,” ujar Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan dalam konferensi pers di Mapolres Karimun, Kamis (9/7/2020).

Dikatakan Adenan, korban terpaksa melayani nafsu bejat ayah tirinya itu lantaran terus mendapat ancaman apabila melaporkan kejadian itu, tersangka akan membunuh ibu dan adik-adik korban.

“Korban terpaksa memenuhi keinginan tersangka karena takut akibat terus mendapat ancaman,” katanya.

Korban yang tidak kuat lagi menahan aksi bejat ayah tirinya itu, kemudian melaporkan pencabulan yang ia alami kepada ibunya pada 26 Juni 2020 yang lalu.

“Ibu korban langsung melaporkan kejadian ini ke polisi, dan dari pengakuan korban, ia mengaku sudah dicabuli oleh ayah tirinya itu sejak tahun 2014,” jelas Adenan.

Usai mendapat laporan tersebut, Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Karimun langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka berinisial EM pada tanggal (3/7/2020).

“Kemudian dari hasil visum kita dapati robekan di alat kelamin korban,” kata adenan.

Diketahui, saat ini kondisi korban pencabulan tersebut sedang dalam pengawasan psikolog dari badan perlindungan anak Indonesia.

Kemudian, atas aksi bejatnya itu pelaku berinisial EM dikenai Pasal 81 ayat (2) dan atau pasal 82 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Tersangka diancam dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp. 5 Milyar.

“Saya mengimbau kepada para orang tua agar amanah dalam menjaga anak, orang tua seharusnya mengayomi, mendidik, dan menjaga anak dengan baik, bukan justru merusaknya,” pungkasnya. (yra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here