Parkir Diduga Liar Marak di Karimun

Karimun (Jurnal) – Parkir diduga liar dan kemacetan di Kabupaten Karimun semakin merajalela, salah satunya di Pasar Puakang, parkir kendaraan nampak semrawut, anehnya di satu pasar juru parkirnya begitu banyak yang diduga akibat lemahnya pengawasan dari Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Dari pemberitaan beberapa waktu lalu, puluhan titik parkir yang diduga liar makin banyak tumbuh yang menjadikan kesemrawutan Karimun khususnya daerah padat penduduk semakin bertambah parah.

Kemacetan di sekitar Jalan Trikora, Nusantara dan Jalan Ahmad Yani disinyalir parkir liar hanya menguntungkan oknum tertentu, hal itu sangat disayangkan karena tidak adanya tindakan tegas dari Dishub, Satpol PP dan instansi terkait tentang kemacetan dan parkir liar tersebut.

“Tidak ada kinerja nya dari instansi untuk menindaknya, bukan hanya diam duduk manis di kantor dan menerima gaji saja.

Dari pantauan di lapangan, informasi dari beberapa sumber menyebutkan bahwa adanya pihak-pihak terkait yang membekap parkir liar yang disinyalir meraup keuntungan besar bagi penggelola parkir yang ilegal, disebabkan dari resminya iuran parkir dari pemda hanya Rp500 sesuai dengan yang tertera dalam karcis parkir, tapi kalau sekarang orang membayar dengan Rp1.000 tanpa karcis yang didapat oleh parkir ilegal.

“Untuk urusan parkir seringkali ada pihak yang mengatasnamakan juru parkir resmi dari pemda, belakangan diketahui banyak juru parkir beroperasi secara ilegal mereka memakai seragam dan bet, tapi kalau kita lihat tidak,” papar seorang warga, Budi.

Seharusnya, kata dia, masalah parkir dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan uangnya masuk kas Pemerintah Daerah, bukan masuk kantong pribadi oknum tertentu.
 
Sampai berita ini diunggah, tidak ada tindakan tegas dari Dishub Karimun, Satpol PP dan instansi terkait menertibkan dan membenahi parkir liar di Kabupaten Karimun. (Iqb)

Total Views: 278

Pos terkait