Pada Desember, negara tersebut mengatakan bahwa pihaknya telah menguji rudal balistik antarbenua terbarunya untuk mengukur kekuatan perang kekuatan nuklirnya melawan yang mereka sebut sebagai ketidakramahan AS, ketika Washington dan sekutunya mulai mengoperasikan sistem berbagi data misil secara real-time.
Pasukan Korea Utara membawa senjata berat kembali ke Zona Demiliterisasi di sekitar perbatasan Utara-Selatan dan memulihkan pos penjaga yang telah dihancurkan oleh kedua negara. Hal itu dilakukan setelah Seoul menghentikan sebagian dari perjanjian militer 2018 antara kedua Korea sebagai protes atas peluncuran satelit mata-mata oleh Pyongyang.
Korea Utara dan Korea Selatan tetap berada dalam keadaan teknis perang karena Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan dalam bentuk perjanjian perdamaian.
Sementara itu, Pyongyang justru semakin mempererat hubungan dengan Moskow. Menteri Luar Negeri Choe Son Hui akan mengunjungi Rusia dari Senin hingga Rabu atas undangan rekan sejawatnya Sergei Lavrov, demikian disampaikan oleh agensi berita Korea Utara KCNA pada Minggu. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






