Korea Utara meluncurkan peluru kendali (rudal) balistik jarak menengah ke laut pada Minggu (14/1/2024), kata Korea Selatan dan Jepang. Peluncuran tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara ketiga negara setelah Pyongyang meluncurkan rudal balistik antarbenua dan satelit mata-mata militer pertamanya beberapa hari lalu.
Baca jurnal berita dunia berikut: Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Setelah Kecam Langkah-Langkah ‘Perang’
Korea Utara meningkatkan tekanan terhadap Seoul dalam beberapa pekan terakhir, menyatakannya sebagai “musuh utama.” Pyongyang menegaskan Korea Utara tidak akan pernah bersatu kembali dengan Korea Selatan dan berjanji untuk meningkatkan kemampuannya dalam melancarkan serangan nuklir terhadap Amerika Serikat (AS) dan sekutu Washington di Pasifik.
Rudal yang diluncurkan pada Minggu, berasal dari wilayah Pyongyang sekitar pukul 14.55 waktu setempat, terbang sekitar 1.000 km di lepas pantai timur negara itu, demikian disampaikan militer Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa Seoul sedang melakukan analisis terhadap rudal tersebut, bekerja sama dengan AS dan Jepang.
Ketinggian maksimum rudal tersebut setidaknya mencapai 50 km, dan rudal tersebut tampaknya jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang, kata Kementerian Pertahanan Jepang. Tokyo menyebut peluncuran rudal tersebut sebagai pelanggaran terhadap resolusi PBB.
Pada November, Korea Utara mengatakan pihaknya berhasil menguji mesin berbahan bakar padat yang dirancang untuk rudal balistik jarak menengah.






