Peneliti: Prabowo Berkelit Soal Rencana Pembelian Pesawat Bekas
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Diandra Megaputri Mengko menilai Prabowo Subianto, baik sebagai calon presiden atau menteri pertahanan, tidak menjawab pertanyaan publik tentang rencana pembelian pesawat bekas. Ia beralasan Prabowo tidak menjelaskan dasar dari rencana pembelian pesawat bekas tersebut.
Apalagi, rencana pembelian tersebut ditunda oleh Kementerian Pertahanan dengan alasan fiskal. Menurut Diandra, ini semakin membuktikan pembelian pesawat bekas ini tidak direncanakan dengan baik.
“Jadi yang menjadi masalah bukan baru atau tidak, tapi perencanaannya tidak matang. Dan itu yang menjadi pertanyaan, tapi tidak dijawab dalam debat ini. Lebih banyak menghindar, tidak hanya menjadi calon tapi juga Menhan,” ujar Diandra kepada VOA, Minggu (7/1/2024).
Diandra juga menyoroti ketiga janji calon presiden yang sepakat untuk meningkatkan anggaran pertahanan. Menurut Diandra, anggaran pertahanan kerap menjadi lima besar dalam rencana pemerintah bersama anggaran pendidikan dan sosial. Karena itu, rencana kenaikan anggaran pertahanan juga dapat berdampak pada anggaran lainnya.
Tapi yang lebih penting, kata Diandra, penggunaan anggaran pertahanan tersebut dapat dilakukan secara transparan seperti tahun 2014. Menurutnya, pembahasan anggaran pertahanan di DPR cukup tertutup sehingga sulit mendapat pengawasan dari publik.
Selain itu, kata dia, penggunaan anggaran pertahanan juga perlu akuntabel karena riset dari Transparansi Indonesia masih menemukan potensi korupsi di Kementerian Pertahanan. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






