Menkeu Sebut Defisit APBN 2023 Capai Rp347,6 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara di Nusa Dua, Bali, 14 Juli 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara di Nusa Dua, Bali, 14 Juli 2022

Sri Mulyani menyebut berbagai tantangan ke depan seperti dinamika perekonomian global, geopolitik hingga anjloknya harga komoditas unggulan tanah air. Namun, ia yakin APBN akan tetap sehat dan dapat mendukung program prioritas nasional.

“Jadi cerita APBN 2023 yang kita sebutkan tadi (sudah mencapai) the end of the journey semenjak pandemi dan ditutup dengan khusnul khotimah. Pendapatannya tinggi, belanjanya tetap bisa mendukung banyak sekali program prioritas nasional dan menjaga masyarakat, namun defisitnya jatuh lebih rendah yakni Rp347,6 triliun. Jadi tadinya (didesain defisit) 2,84 persen dari GDP, kita revisi ke bawah menjadi 2,27 persen dari GDP, ternyata realisasinya 1,65 persen dari GDP,” jelasnya.

Bacaan Lainnya

Kinerja APBN yang cukup memuaskan ini dinilai dapat menjadi modal yang kuat untuk memasuki tahun 2024.

“Jangan dikira kalau sudah ada shock, tahun depan libur shock-nya (tidak ada pukulan lain.red), pasti shock-nya berubah-ubah. Jadi kita tidak boleh berharap bahwa tidak akan ada shock. Yang harus kita siapkan adalah shock bisa terjadi setiap saat dalam berbagai bentuk, namun APBN-nya harus tetap siap untuk menjadi instrumen untuk jaga masyarakat dan ekonomi tanpa menyebabkan APBN-nya juga kemudian rusak atau tidak sehat,” tegasnya.

Ekonom Apresiasi Surplus Keseimbangan Primer, Kritik Jor-joran di Akhir Tahun

Ekonom Indef Nailul Huda mengapresiasi kinerja APBN 2023 yang mencatatkan defisit yang lebih rendah dibandingkan dengan target awal pemerintah sebelumnya.

“Ada keseimbangan primer yang surplus itu juga patut diapresiasi. Ini bahwa kalau itu positif artinya untuk membayar utang tidak perlu utang baru,” kata Nailul.

Total Views: 692

Pos terkait