Membangun Kekuatan
“Hamas mengambil beberapa langkah besar untuk membangun kekuatannya sejak 2014,” kata Eyal Pinko, mantan pejabat senior badan intelijen Israel yang sekarang bekerja di Pusat Studi Strategis Begin-Sadat Universitas Bar Ilan.
Dia mengatakan beberapa senjata canggih, seperti rudal anti-tank Kornet rancangan Rusia, diselundupkan dengan bantuan sekutu Hamas, Iran.
Namun dia mengatakan Hamas telah menguasai perakitan senjata lain di Gaza, seperti granat berpeluncur roket RPG-7, dan pasukannya kini memiliki cadangan amunisi yang lebih besar.
Unggahan-unggahan Hamas mengatakan persenjataan kelompok itu termasuk senjata anti-tank “tandem” dengan dua muatan untuk menembus lapis baja, yang menurut Pinko juga ada di gudang senjata militan.
Video-video dari Hamas seringkali menunjukkan ledakan besar ketika kendaraan dihantam. Meskipun demikian, para pakar militer Israel menekankan bahwa ledakan tersebut tidak selalu mengindikasikan kehancuran kendaraan.
Menurut mereka, ledakan besar juga bisa disebabkan oleh sistem pertahanan yang meledak untuk menghentikan proyektil yang datang.
Ashraf Aboulhoul, redaktur pelaksana harian Al-Ahram Mesir yang sebelumnya bekerja di Gaza dan merupakan pakar urusan Palestina, mengatakan Hamas bergerak sedekat mungkin untuk meluncurkan rudal dan “proyektil buatan lokal.”
Namun dia mengatakan drone Israel dan taktik lainnya mengikis kemampuan mereka untuk melakukan serangan mendadak, bahkan di wilayah perkotaan. “Pertempuran di kota menjadi lebih sulit” bagi para militan, katanya.
Militer Israel mengunggah video pada bulan ini yang katanya menunjukkan sejumlah anggota Hamas muncul dari terowongan di bawah bangunan yang dihancurkan, sebelum keduanya diserang oleh peluru roket.
“Hamas mungkin menggunakan senjata dan taktik baru mereka, (tetapi) pada prinsipnya, mereka tetap menggunakan gerakan perlawanan gerilya,” kata Alexander Grinberg, mantan perwira intelijen militer Israel di Institut Strategi dan Keamanan Yerusalem. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






