Hamas Ubah Jalanan Gaza Jadi Labirin Maut bagi Pasukan Zionis

Tentara Zionis menyusuri jalan di Kota Hawara, Palestina, yang kosong setelah militer Israel memerintahkan untuk menutup toko-toko dan melarang kendaraan melintas di jalan utama di tengah meningkatnya serangan oleh para pemukim Israel, 12 November 2023. (Foto: Mahmoud Illean/AP)
Tentara Zionis menyusuri jalan di Kota Hawara, Palestina, yang kosong setelah militer Israel memerintahkan untuk menutup toko-toko dan melarang kendaraan melintas di jalan utama di tengah meningkatnya serangan oleh para pemukim Israel, 12 November 2023. (Foto: Mahmoud Illean/AP)

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pada Kamis (14/12) bahwa Israel akan mengobarkan perang “hingga (meraih) kemenangan mutlak.” Para pejabat Israel mengatakan kemenangan itu mungkin akan membutuhkan waktu berbulan-bulan.

“Hal itu merupakan tantangan sejak hari pertama,” kata Ophir Falk, penasihat kebijakan luar negeri Netanyahu, kepada Reuters. Ia menyebut tentara Israel harus membayar dengan “harga yang sangat mahal” untuk mencapai misi tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kami tahu bahwa kami mungkin harus membayar harga tambahan untuk menyelesaikan misi ini,” katanya.

Pertarungan Hebat

Hamas mengunggah video di saluran Telegramnya pada bulan ini yang menunjukkan para anggotanya – dengan kamera yang menempel di tubuh – bergerak melintasi gedung-gedung untuk meluncurkan roket yang digendong ke arah kendaraan lapis baja.

Salah satunya, yang diunggah pada 7 Desember, berasal dari Shejaiya, sebelah timur Kota Gaza, sebuah wilayah di mana kedua belah pihak melaporkan adanya pertempuran sengit.

Dalam unggahan lain pada 5 Desember, sebuah kamera terlihat muncul dari sebuah terowongan, seperti periskop, untuk memindai kamp Israel tempat tentara beristirahat. Pos tersebut mengatakan, pihaknya kemudian terkena ledakan bawah tanah.

Reuters tidak dapat memverifikasi video tersebut.

Sumber Hamas, yang berbicara kepada Reuters dari dalam Gaza tanpa menyebut nama, mengatakan pasukannya bergerak sedekat mungkin untuk melakukan penyergapan dengan “memanfaatkan wilayah yang kita kenal, yang tidak diketahui pihak lain.” Mereka sering kali bergerak atau keluar dari terowongan.

“Ada kesenjangan besar antara kekuatan kami dan kekuatan mereka, kami tidak membodohi diri sendiri,” ujarnya.

Total Views: 866

Pos terkait