Hamas belum mengatakan berapa banyak anggotanya yang tewas. Militer Israel mengatakan mereka berhasil membunuh sedikitnya 7.000 orang anggota Hamas.
Pejuang Hamas sebelumnya membantah klaim Israel itu, dan mengatakan bahwa angka tersebut termasuk korban warga sipil.
Juru bicara Hamas di luar Gaza tidak segera menanggapi permintaan komentar Reuters mengenai artikel ini.
Seorang komandan Israel, yang bertempur pada 2014, mengatakan perluasan cakupan operasi tersebut berarti akan membutuhkan lebih banyak pasukan yang berada di lapangan. Hal itu akan memberikan Hamas “keuntungan sebagai pemain bertahan.”
Dengan demikian, kondisi ini diperkirakan akan merenggut lebih banyak nyawa pasukan Israel. Dia meminta untuk tidak disebutkan namanya karena dia merupakan tentara cadangan aktif dalam perang ini.
Militer Israel tidak merilis jumlah tentara yang terlibat atau rincian operasional lainnya.
Televisi Israel Channel 12 menayangkan suatu adegan ketika satu unit cadangan tentara, yang mewaspadai adanya pintu perangkap, mendobrak dinding sebuah bangunan untuk memasuki sebuah ruangan dan berhasil menemukan gudang amunisi.
Meniru taktik yang digunakan pada 2014, militer Israel mengunggah sejumlah foto di media sosial yang menunjukkan rute-rute yang dilalui dihancurkan oleh buldoser sehingga pasukan dapat menghindari jalan-jalan yang ada yang mungkin memiliki ranjau darat.
Bahkan di beberapa distrik di Gaza utara di mana banyak bangunan hancur menjadi puing-puing, pertempuran sengit masih terus terjadi.






