Pemerintah Kota Tanjungpinang Berlakukan QrisYe, Ini Kegunaannya

Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meluncurkan QrisYe, pembayaran parkir nontunai di Lapangan Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Selasa (12/12/2023). (Dok Diskominfo Kepri)
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meluncurkan QrisYe, pembayaran parkir nontunai di Lapangan Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Selasa (12/12/2023). (Dok Diskominfo Kepri)

Tanjungpinang, JurnalTerkini.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang memberlakukan pembayaran parkir nontunai bernama QrisYe di sebelas titik di kota itu.

Pemberlakuan QrisYe ini diluncurkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad di Lapangan Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang, Selasa (12/12/2023).

Bacaan Lainnya

Pembayaran parkir nontunai ini akan diterapkan di titik, antara lain di Kedai Kopi Batu10, Manabu Bintan Restoran, Mr Blitz, Cooler City, Pizza Hut, Soedoeng Rembulan, Tema Coffee, Oucha Ice Cream Batu 8, Oucha Ice Cream Km 9, RM Mbah Darmo serta Momoyo Ice Cream Km 9.

Gubernur Ansar mendukung penuh penerapan QrisYe oleh Pemerintah Kota Tanjungpinang bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (PT Bank BTN) melalui penerapan Parkir Non Tunai (QrisYe) ini.

“Percepatan penerapan QRIS di Kota Tanjungpinang dapat menjadi pilot project untuk kabupaten/kota lainnya,” ungkapnya.

Percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi, menurut gubernur akan memberikan berbagai manfaat, di antaranya memperkuat efektivitas dan efisiensi pengelolaan keuangan daerah, meningkatkan kualitas pelayanan publik berupa kecepatan transaksi keuangan, dan transparansi, mencegah adanya kecurangan serta mempercepat integrasi ekonomi dan keuangan digital.

Dia juga berharap penerapan pembayaran secara digital diperluas lagi cakupannya, bukan hanya perparkiran namun juga menyasar pasar-pasar rakyat.

Penjabat Walikota Tanjungpinang Hasan, mengatakan percepatan digitalisasi merupakan amanat pemerintah pusat yang harus dikerjakan.

“Insya Allah dalam waktu dekat bersama Pelindo kita juga akan melaunching e-ticket, kemudian untuk restoran, rumah makan dan cafe termasuk swalayan,” kata Hasan. (*/am)

Editor: M Sarih

Total Views: 305

Pos terkait