“September 36,9 persen, kemudian Oktober 35,3 persen, tapi di awal November terjadi penurunan yang lumayan besar menjadi 28,6 persen. Kemudian, di November akhir 24,9 persen. Jadi angkanya ini untuk pak Ganjar trennya negatif,” tuturnya.
Sementara itu, Ardian menyebut pasangan AMIN mengalami kenaikan elektabilitas dari 15 persen pada September menjadi 17,2 persen pada Oktober.
Tren peningkatan itu, kata dia, masih terus berlanjut pada awal November menjadi 20,3 persen dan akhir November menjadi 24 persen.
“Jadi dilihat dari data, Prabowo-Gibran dan Anies-Muhaimin terus menaik dan Ganjar-Mahfud terus menurun,” pungkasnya.
Survei LSI Denny JA dilakukan pada 20 November hingga 3 Desember 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode Multistage Random Sampling. Responden sebanyak 1.200 responden.
Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner. Margin of error kurang lebih 2,9 persen.
Hasil survei Litbang Kompas juga menyatakan hal serupa. Prabowo-Gibran unggul dari dua pasangan lain. Elektabilitas Prabowo-Gibran mencapai 39,3 persen. (siberindo)
Editor: M Sarih





