Tema ‘Model Penanganan Pengaduan Masyarakat di Lingkungan Polri’ yang diusung oleh Anggota Kompolnas dari unsur Pakar Kepolisian, Prof. Dr. Albertus Wahyurudhanto juga menghiasi diskusi tersebut yang diharapkan kedepan akan menghiasi kebijakan Satu Data Polri mengacu pada Perpres Nomor 39 tentang Satu Data Indonesia dalam rangka Pelayanan Publik Polri yang lebik maksimal.
Poengky Indarti, LLM memaparkan khusus terkait pengembangan wilayah Papua, Papua Barat dan empat Daerah Otonomi Baru termasuk aspek keamanannya. Hal ini penting diteliti agar kebijakan pemerataan pembangunan baik sarpras maupun SDMnya menjadi lebih merata seiring optimalisasi harkamtibmas didalamnya agar terjaga dengan baik.
Tak luput, Dr Yusuf Warsyim secara khusus menyampaikan pentingnya penjagaan keamanan di daerah perbatasan dan pulau terluar yang rawan sekali terjadinya penyelundupan narkoba, senjata illegal dan kejahatan lainnya melalui wilayah perairan Indonesia.
Oleh karenanya polisi di perbatasan perlu menjadi perhatian khusus. Peranan Polri dalam penanganan unjuk rasa juga menjadi isu hangat.
Khusus tema ‘Pola Pengamanan Polri Pada Obyek Vital Nasional di Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas’ sesuai judul Penelitian pada tahun 2023 dipaparkan oleh Anggota Kompolnas, H. Mohammad Dawam, SHI, MH Brigjen Pol Sambodo, menyambut baik tema-tema penelitian yang telah berkesesuaian dengan tema yang telah dan maupun sedang disusun secara konseptual oleh Srena Polri termasuk rancangan Grand Strategi Polri 2025-2045 Menuju Indonesia Emas. (siberindo)
Editor: M Sarih






