Natuna, JurnalTerkini.id – Kisah inspiratif mewarnai perjalanan kerjasama (MoU) Pemerintah Kabupaten Natuna dengan delapan perguruan tinggi. Kerjasama ini membuka peluang bagi anak-anak Natuna yang kurang mampu tapi mempunyai nilai akademik bagus untuk bisa melanjutkan pendidikannya melalui program beasiswa.
“Mereka itu anak-anak Natuna yang terpilih, bukan dipilih. Hasil seleksinya ditentukan langsung oleh pihak perguruan tinggi yang bersangkutan, bukan ditentukan oleh Pemkab Natuna, pihak kami pun tidak masuk kedalam tim seleksi untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, dan hasilnya fair,” kata Kepala Bagian Kerjasama Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Faisal Firman saat dijumpai di ruangan kantornya, Selasa 05 Desember 2023.
Setelah melalui proses yang tidak sebentar, Faisal mengatakan MoU ini memiliki banyak kisah-kisah inspiratif dari anak-anak Natuna untuk meraih mimpinya menempuh pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
“Mimpi si anak untuk kuliah bisa tercapai, dari yang tidak mungkin menjadi mungkin, anak yang putus harapan kembali mempunyai harapan karena beasiswa ini,” katanya.

Selain diprioritaskan bagi anak-anak yang kurang mampu tapi dari segi akademik bagus dan mampu bersaing, beasiswa ini juga dikhususkan buat anak-anak Natuna yang bersekolah di Natuna, kalau si anak sekolahnya diluar Natuna maka tidak bisa mengambil beasiswa ini.
“Jadi harus sekolah dan tamat di Natuna. ini merupakan kebijakan dari kepala daerah,” jelasnya.
Faisal memaparkan, sejak 2022 sampai 2023, pihaknya menjajaki kerjasama beasiswa dengan delapan perguruan tinggi yang lokasinya berada di Jakarta, Surabaya, Bandung dan Cepu di Jawa Tengah.
Hasilnya, kedelapan Perguruan Tinggi ini yakni, Universitas Pertamina, Telkom University, Institut Teknologi PLN, Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Politeknik Akamigas, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Akademi Metrologi dan Instrumentasi serta Politeknik Ketenagakerjaan mau melakukan kerjasama program beasiswa.
“Total anak Natuna yang menjadi mahasiswa di delapan perguruan tinggi ini ada 59 orang. Kuliahnya gratis tanpa ada biaya yang dikeluarkan oleh pihak keluarganya. Kalau lewat jalur umum biaya kuliahnya mahal,” katanya.
Faisal melanjutkan, MoU beasiswa dengan kedelapan perguruan ini dipilih bukan tanpa alasan, karena setelah lulus mudah terserap dilapangan pekerjaan serta mengarah kepada sains dan teknologi.
“Natuna kaya akan migas, kita harus persiapkan SDMnya begitu juga dengan jurusan lainnya, itulah alasannya kita pilih, jadi setelah lulus mudah terserap,” jelasnya.
Secara umum, Faisal menjelaskan proses pendaftaran dan seleksi dilakukan di Natuna secara online, Pemkab hanya fasilitasi menyediakan tempat di lab komputer SMAN 1 Bunguran Timur dan SMAN 2 Bunguran Timur.

Tahapan seleksi dimulai dari seleksi administrasi, dilanjutkan dengan tes kemampuan akademik dan terakhir wawancara. Apabila dinyatakan lulus akan langsung mendapat beasiswa dan menjadi mahasiswa dari perguruan tinggi tersebut.
“Yang lulus ini ada yang dari Ranai, Sedanau, Serasan, Midai, Pulau Tiga, Subi dan Pulau Laut,” katanya
Faisal berharap, tahun depan peluang kuota beasiswa akan tetap diberikan oleh delapan perguruan tinggi ini. Kuncinya adalah anak-anak yang sudah lulus seleksi dan sekarang menempuh studi menjadi mahasiswa untuk bisa memberikan hasil yang bagus kepada nilai akademiknya.
“Ini akan menjadi bahan pertimbangan kepada pihak perguruan tinggi, kalau hasilnya kurang bagus bisa berakibat peluang kuota untuk beasiswa turun atau hilang ditahun depan. Untuk mencegah itu, kami selalu monitoring bersama dengan orangtua apakah ada kendala dalam studi mereka, syukurnya sampai saat ini belum ada kendala,” katanya.
Kepada 59 orang anak Natuna yang mendapat beasiswa ini, Faisal berpesan untuk sungguh-sungguh belajar karena ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan dan jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah diraih.
“Selain belajar dengan sunguh-sungguh, saya juga bilang ke mereka untuk ikut berorganisasi di kampus, bersikap sopan serta tunjukkan bahwa anak Natuna mau ikut bersaing dalam hal prestasi sehingga hal ini menjadi motivasi bagi mereka ketika lulus nanti bisa memperoleh peluang kerja yang lebih besar,” imbuhnya. (Ron)
Editor: Anton Marulam





