Karimun (Jurnal) – Sebanyak seratus pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UKM) memanfaatkan pameran atau bazar Musabaqah Tilawatil Quran ke-5 tingkat Provinsi Kepulauan Riau di Jalan Pesisir atau “Coastal Area” Tanjung Balai Karimun, sebagai sarana untuk mempromosikan usahanya.
Ketua Panitia Pameran/Bazar MTQ V tingkat Provinsi Kepri Muhammad Hasbi, di Tanjung Balai Karimun Sabtu mengatakan, seratus pelaku UMKM itu mempromosikan usaha atau produknya pada 84 dari 175 stan.
Produk yang dipamerkan 100 pelaku UMKM itu beranekaragam, mulai dari makanan, minuman, kerajinan tangan dan produk industri rumah tangga yang beberapa di antaranya merupakan produk unggulan khas daerah.
Salah satu produk yang menarik pengunjung adalah kerajinan tangan terbuat dari daun pandan yang dianyam menjadi berbagai barang rumah tangga, seperti tudung saji, tikar, dan lainnya.
Selain itu, ada pula produk minuman khas seperti cendol, cincau berbahan rumput laut dan makanan khas semisal kue bangkit dan aneka kerupuk ikan.
Muhammad Hasbi yang juga Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Karimun mengatakan, pelaksanaan bazar atau pameran memang diharapkan sebagai sarana promosi yang efektif dan efisien bagi produk unggulan UMKM.
“Kita tentu berharap produk UKM makin berkembang dan dikenal baik dalam maupun luar negeri,” katanya.
Menurut dia, bazar atau pameran MTQ yang diresmikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri Aisyah Sani itu, juga bertujuan untuk menciptakan wahana interaksi bisnis langsung bagi para pengelola dan pengusaha UMKM, utamanya dengan para investor, pembeli, penyedia teknologi dan kalangan lainnya.
“Tentunya kita berharap pelaku UMKM meraih peluang bisnis dan menjalin kerja sama yang saling menguntungkan di bidang investasi atau permodalan, perdagangan, industri, teknologi dan sumberdaya manusia,” katanya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, bazar atau pameran ini diikuti 195 peserta dengan 175 stan, yaitu 7 stan untuk 7 kabupaten/kota yang juga kafilah MTQ, 3 stan Pemerintah Provinsi Kepri, 4 stan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Karimun, 5 stan perusahaan asal Karimun, 12 stan kecamatan se-Kabupaten Karimun, 29 stan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Karimun, 16 stan perbankan, 3 stan yayasan, 5 stan organisasi wanita dan 84 stan untuk 100 pelaku UMKM.
“Masing-masing stan, baik pemerintah, perusahaan swasta, BUMN maupun BUMD memamerkan program dan hasil kerjanya, termasuk dalam upaya membina dan bermitra dengan pelaku UMKM,” katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepri Asiyah Sani mengatakan, bazar atau pameran yang berlangsung hingga 27 Maret 2014, diharapkan menjadi ajang bagi 7 kabupaten/kota untuk mempromosikan budayanya.
“Kita juga berharap ajang ini menjadi sarana bagi dunia usaha, terutama pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat,” katanya.
Peresmian pameran atau bazar yang dilakukan pada Jumat (21/3), turut dihadiri Gubernur Kepri Muhammad Sani beserta para kepala daerah 7 kabupaten/kota dan para pejabat pemerintah daerah maupun instansi vertikal, seperti Kapolda Kepri, Danrem 033 Wirapratama/Kepri, Danlantamal IV Tanjungpinang, Kajati Kepri dan Ketua Pengadilan Tinggi Kepri. (antarakepri.com)





