Karimun (Jurnal) – Bertempat di Panggung Rakyat Putri Kemuning Coastal Area, Pemkab Karimun mewisuda akbar sebanyak 6.666 orang santri Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), yang tercatat di buku Museum Rekor Indonesia (MURI).
Acara wisuda tersebut dihadiri Wakil Menteri Agama Nazaruddin Umar, Gubernur Kepri HM.Sani, Bupati Karimun H.Nurdin Basirun, Wakil Bupati H.Aunur Rafiq, unsur FKPD, unsur SKPD, tokoh masyarakat dan tokoh agama, Sabtu (22/3/2014).
Sekda Kabupaten Karimun, H.TS.Arif Fadillah selaku ketua panitia pelaksana menyampaikan, tujuan dilaksanakan wisuda santri TPQ dan DTA ini, memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap keberhasilan yang telah dicapai, sebab telah menyelesaikan tahap demi tahap dalam proses belajar baca tulis Al-Qur’an.
Wisuda akbar ini sudah didaftar Museum Rekok Indonesia Republik Indonesia (MURI-RI), dengan harapan dapat dinilai wisuda santri TPQ dan DTQ terbanyak se Indonesia. Dan pada akhirnya (hari ini) diserahkan sertifikat Museum Rekor Indonesia (MURI), oleh manajer MURI, Yusuf Ngadri.
Wisuda ini diikuti sebanyak 401 TPQ dengan rincian, Kecamatan Karimun sebanyak 1.444 santri/wati, Meral 1.064, Tebing 808, Buru 356, Kundur 996, Kuta 710, Kuba 618, Moro 698 dan Durai 326 santri.
Pelaksanaan wisuda akbar ini diawali dengan munaqasah dimasing-masing Kecamatan dengan jumlah peserta mengikuti 7.850 santri. Sementara ujian pada munaqosah ialah maqro iqra, doa harian, ayat pendek dan praktek shalat,” ungkap Arif.
Bupati Karimun, Nurdin Basirun dalam sambutannya mengatakan, melalui teknologi yang berkembang pesat saat ini, banyak pengaruh-pengaruh berdampak buruk tidak sesuai dengan norma-norma agama merasuki generasi muda, jadi sangat perlu dibekali ilmu agama seperti belajar sejak dini di TPQ maupun DTA.
“Kedepannya harus ditambah, tentang kenaikan insentif bagi ustad dan ustazah serta guru di TPQ, sebab tanpa mereka wisuda santri akbar ini tidak akan terlaksana,” ujar Nurdin.
Gubernur Kepri, HM Sani dalam sambutannya mengucapkan apresiasi terhadap pelaksanaan wisudawan akbar 6.666 santri se Karimun ini. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat Karimun cukup merespon misi Karimun yang berlandaskan iman dan taqwa.
“Mudah mudahan, dengan acara ini kita dapat mencetak pemuda yang tangguh, beriman dan bertaqwa yang berlandaskan Qur’ani,” katanya.
Dalam sambutannya Wakil Menteri Agama, Nazaruddin Umar mengatakan, Al Qur’an itu sangat sistematis, sehingga huruf, ayat, serta suratnya dapat dihitung melalui alat yang canggih (komputer-red) seperti sekarang ini. Seorang profesor muslim asal Prancis menemukan rahasia angka 19 di dalam Al Qur’an tersebut.
Kerahasiaan angka 19 tersebut merupakan acuan untuk menguji keabsahan Al Qur’an tersebut, sehingga, jika jumlah huruf, ayat maupun surat di dalam Al Qur’an tidak dapat dibagi dengan angka 19 tersebut, maka dapat dipastikan bahwa Al Qur’an tersebut palsu, apabila Al Qur’an tersebut di tulis 15 baris perhalamannya, maka setiap halaman itu ditemukan keajaiban, ungkap Nasaruddin mengakhiri pidatonya. (edy).





