Gencatan Senjata di Gaza Diperpanjang, UE dan Negara-negara Arab Serukan Solusi Dua Negara

Seorang pria Palestina berjalan di Kota Gaza pada Senin, 27 November 2023 pada hari keempat gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel.
Seorang pria Palestina berjalan di Kota Gaza pada Senin, 27 November 2023 pada hari keempat gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel.

Gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas diperpanjang dua hari lagi. 20 sandera Israel akan dibebaskan pada masa perpanjangan jeda pertempuran. Sementara di Spanyol, Uni Eropa dan negara-negara Arab dan Muslim setuju bahwa solusi dua negara adalah jalan keluar konflik Israel-Palestina.

JALUR GAZA – Jeda kemanusiaan dalam perang Israel-Hamas akan diperpanjang dua hari, kata mediator Qatar pada hari Senin (27/11/2023), seiring berakhirnya gencatan senjata empat-hari di Gaza yang disepakati sebelumnya.

Bacaan Lainnya

“Negara Qatar mengumumkan bahwa, sebagai bagian dari mediasi yang sedang berlangsung, telah tercapai sebuah kesepakatan untuk memperpanjang jeda kemanusiaan selama dua hari di Jalur Gaza,” cuit Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al Ansari di X, yang sebelumnya bernama Twitter.

Gedung Putih menyambut baik hal itu. Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby berharap warga Amerika akan termasuk ke dalam 20 sandera yang rencananya akan dibebaskan dalam masa perpanjangan gencatan senjata, mengingat masih ada delapan hingga sembilan warga AS yang diyakini masih disandera.

“Kami akan terus berupaya memperpanjang jeda itu lagi. Pasti, itu yang kami inginkan. Kami ingin membebaskan semua sandera dan ini adalah cara terbaik untuk melakukannya,” kata Kirby.

Pada hari yang sama, pejabat senior Hamas Osama Hamdan mengatakan bahwa kelompoknya tengah menyusun daftar baru sandera yang akan dibebaskan “untuk memperpanjang gencatan senjata” dengan Israel.

Sebelumnya, seorang sumber Hamas mengatakan bahwa kelompok itu terbuka pada gagasan memperpanjang gencatan senjata “dua hingga empat hari” dengan imbalan pembebasan “20 sampai 40 tahanan Israel” pada saat itu.

Israel juga memberikan isyarat kesediaannya memperpanjang jeda pertempuran dan mengamankan lebih banyak pembebasan sandera, di tengah tekanan dari keluarga sandera dan negara-negara sekutunya.

Juru bicara pemerintah Israel, Eylon Levy, mengatakan kepada wartawan hari Senin bahwa mereka berharap “dapat menerima 50 sandera lagi selepas malam ini dalam upaya untuk membawa semua orang pulang.”

Pos terkait