Timnas Indonesia U17 Kandas di Tangan Meksiko

Timnas Indonesia U17 foto bersama jelang laga lawan Maroko di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Kamis (16/11). (Foto: Pool Piala Dunia U17/ Doc. LOC WCU17/NFL)
Timnas Indonesia U17 foto bersama jelang laga lawan Maroko di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Kamis (16/11). (Foto: Pool Piala Dunia U17/ Doc. LOC WCU17/NFL)

Berlaga karena Tuan Rumah

Sejak awal, kehadiran Indonesia di ajang ini memang bukan karena prestasi, tetapi menerima jatah sebagai tuan rumah.

Bacaan Lainnya

“Bisa berpartipasi di U17 ini adalah sebuah keberuntungan. Karena memang kalau kita memakai jalur seperti biasa, kita enggak lolos,” ujar Fahrisal Ahmad, seorang match commissioner atau inspektur pertandingan PSSI yang biasa terlibat dalam liga di Tanah Air kepada VOA.

Salah satu proses yang harus dilalui adalah Piala Asia, sebelum bisa melaju ke Piala Dunia.

“Di kualifikasi Piala Asia saja Indonesia tidak lolos, artinya secara tim kan sangat beruntung. Ditunjuk jadi tuan rumah dan mendapat satu tiket,” tambahnya.

Indonesia menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia U17 yang diselenggarakan oleh federasi sepak bola dunia, FIFA. Ajang di Indonesia ini merupakan Piala Dunia U17 ke-19, diselenggarakan mulai 10 November hingga 2 Desember 2023.

Ini merupakan kesempatan pertama kalinya Indonesia terpilih sebagai tuan rumah. Sekaligus menjadi keuntungan tersendiri, karena sebagai tuan rumah, Indonesia berhak mengirimkan timnya.

Sebelumnya, Peru telah ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 FIFA 2021, tetapi kemudian dibatalkan karena pandemi COVID-10 dan diundur hingga tahun ini. Sayang, ketika waktunya tiba, Peru justru tidak mampu menjadi penyelenggara dan hak itu kemudian diberikan kepada Indonesia, pada 23 Juni 2023.

Penunjukan ini sekaligus dinilai menjadi kompensasi atas hilangnya hak tuan rumah Piala Dunia U20 FIFA 2023 yang dialihkan ke Argentina karena Indonesia menolak partisipasi tim nasional Israel pada turnamen tersebut.

Sementara akademisi sekaligus pengamat sepakbola dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dr Filosa Gita Sukmono menambahkan selain keberuntungan, ada juga faktor lobi.

“Ini memang keberuntungan, namun yang kedua, ini harus kita maknai keberhasilan komunikasi politik dari petinggi-petinggu di PSSI yang bisa menghadirkan Piala Dunia dan memberi kesempatan Timnas ikut serta,” ujarnya.

Total Views: 698

Pos terkait