Presiden Minta Para CEO Lebih Cepat Manfaatkan Peluang Investasi Termasuk di IKN

Presiden Joko Widodo memberikan kuliah umum di Universitas Stanford, Amerika Serikat, Rabu (15/11). (Foto: VOA/Rivan Dwiastono)
Presiden Joko Widodo memberikan kuliah umum di Universitas Stanford, Amerika Serikat, Rabu (15/11). (Foto: VOA/Rivan Dwiastono)

Sektor lain yang menjadi prioritas adalah transisi energi. Jokowi mengharapkan aliran investasi untuk mengembangkan green industrial park seluas 30.000 hektar yang disebutnya sedang dibangun.

“Dibutuhkan investasi, dibutuhkan pengetahuan, dibutuhkan teknologi terkini untuk menghasilkan nilai tambah, sekaligus mensejahterakan masyarakat secara berkelanjutan,” ungkap Jokowi di hadapan para CEO.

Bacaan Lainnya

Prioritas investasi di bidang transisi energi itu sesuai dengan target berkelanjutan (sustainability) Indonesia di KTT APEC tahun ini, seperti dijelaskan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto kepada VOA, Kamis (16/11), saat ditanya tentang target Indonesia di pertemuan ekonomi Asia Pasifik itu.

“Indonesia sendiri kan sedang mengakselerasi terkait dengan Paris Agreement berdasarkan kekuatan sendiri,” ungkapnya, merujuk pada perjanjian iklim yang ditandatangani 196 pihak pada Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP21) di Paris pada tahun 2015.

“Indonesia juga salah satu (anggota) dari JETP bersama Vietnam,” tambahnya. JETP, atau Kemitraan Transisi Energi Indonesia yang Adil, adalah mekanisme pendanaan untuk mendekarbonisasi negara-negara berkembang yang bergantung pada batu bara sebagai sumber energi, yang baru diluncurkan di KTT G20 tahun 2022.

Ekonom lingkungan UGM Poppy Ismalina berharap Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk upaya tersebut di KTT APEC. “Perlu ada kontribusi yang cukup signifikan dari negara maju dalam pembiayaan proyek di negara berkembang, termasuk Indonesia, khususnya transisi energi.”

IKN sendiri disebut Jokowi akan menjadi kota yang berbasis hutan dan alam, dengan 70% area hijau dan 80% transportasi publik yang berbasis energi hijau. [voa]

Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam

Pos terkait