Ganjar, kandidat dari partai yang berkuasa, PDI-P, mengusulkan untuk memfokuskan PLN pada perluasan jaringan listrik dan menghubungkan pulau-pulau, sehingga memungkinkan produsen energi terbarukan untuk “menyalurkan” listrik ke jaringan listrik dan ke pelanggan, kata penasihat kebijakan iklimnya Alexander Sonny Keraf. Keraf, mantan menteri Lingkungan Hidup, mengatakan PLN pernah menyatakan keberatan atas usul sebelumnya untuk melakukan wheeling. Namun jika Ganjar menang, “kami akan memaksanya.”
Wheeling adalah mekanisme yang membolehkan perusahaan swasta atau Independent Power Producers (IPP) untuk membangun pembangkit listrik dan menjual produknya langsung ke pelanggan.
Para ahli yang merancang kebijakan energi untuk mantan komandan pasukan khusus Prabowo juga telah membahas perubahan tersebut, tetapi pemerintah tetap mempertahankan kendali atas tarif, kata Eddy Soeparno, pejabat senior tim kampanye Prabowo.
“Banyak pembeli dan banyak penjual, tapi dalam konteks ketahanan energi, artinya harga jual ke konsumen harus tetap terjangkau,” kata Eddy yang juga Wakil Ketua Komisi Energi DPR.
Penerapan wheeling memerlukan peraturan baru. Agam, dari Cendekia Iklim Indonesia, mengatakan penundaan energi terbarukan bagi perusahaan dapat berarti hilangnya investasi.
“Jika perusahaan-perusahaan ini tidak dapat memperoleh energi terbarukan pada tahun 2025 atau 2030, mereka dapat menempatkan Indonesia sebagai negara yang tidak dapat mengembangkan bisnisnya karena sulitnya mendapatkan energi terbarukan,” katanya. [voa]
Jaringan: VOA
Editor: Anton Marulam






