Presiden Banggakan Kolaborasi IKN-Microsoft di Stanford

Presiden Joko Widodo memberikan kuliah umum di Universitas Stanford, Amerika Serikat, Rabu (15/11). (Foto: VOA/Rivan Dwiastono)
Presiden Joko Widodo memberikan kuliah umum di Universitas Stanford, Amerika Serikat, Rabu (15/11). (Foto: VOA/Rivan Dwiastono)

WASHINGTON DC – Di sela-sela rangkaian KTT APEC (Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik) di Kota San Francisco, California, Presiden Joko Widodo mengunjungi Universitas Stanford untuk memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa dan masyarakat umum di sana pada Rabu (15/11/2023).

Jokowi membuka kuliah itu dengan menyapa hadirin, “Go, Cardinal!” yang disambut tepuk tangan meriah. Seruan itu merujuk pada sebutan maskot tim olahraga kampus di pesisir barat AS itu.

Bacaan Lainnya

Sambil sesekali menyelipkan humor, Presiden RI ketujuh itu menceritakan warisan dan ambisinya untuk pembangunan berkelanjutan di Indonesia, khususnya dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara. IKN merupakan proyek infrastruktur raksasa yang diharapkan menjadi solusi berbagai masalah Ibu Kota Jakarta, meski mengundang pro-kontra.

Dalam kesempatan itu, Jokowi memamerkan pencapaian pemerintahannya selama ini dengan mengutip sejumlah data, seperti penurunan emisi 91,5 juta ton pada 2022 menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, hingga laju deforestasi yang dapat ditekan hingga 104.000 hektare pada tahun yang sama, sesuai catatan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Tidak perlu dipertanyakan komitmen kami. Indonesia walk the talk, not talk the talk,” ungkapnya, menyebut pemerintahannya konsisten memenuhi janji memerangi perubahan iklim dan melakukan transisi energi.

Pada saat yang sama, ia mengaku, masalah pendanaan dan transfer teknologi masih menjadi tantangan besar yang menyulitkan negara-negara berkembang mewujudkan target-target hijau mereka. Ia mencontohkan, skema pendanaan iklim berupa utang justru semakin membebani negara-negara miskin dan berkembang.

“Ini saya sampaikan di mana-mana setiap ketemu investor,” ujar Jokowi. “Kita butuh investasi yang sangat besar, serta transfer teknologi dan kolaborasi.”

Total Views: 226

Pos terkait